Usai Vaksin, Muncul Kartu Palsu BPJS Kesehatan

Reporter : Maulana Kautsar
Selasa, 26 Juli 2016 13:20
Usai Vaksin, Muncul Kartu Palsu BPJS Kesehatan
Beberapa hari ini, kasus kartu palsu ini ramai diperbincangkan.

Dream - Belum usai kasus vaksin palsu, dunia kesehatan kembali digemparkan dengan kasus kartu palsu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Pemerintah menganggap peredaran kartu BPJS palsu tersebut sebagai masalah baru baru di dunia kesehatan.

Pemerintah pun telah mengontak BPJS Kesehatan terkait masalah ini.

" Kartu itu yang keluarkan BPJS Kesehatan, dari kami yang report-nya, tidak bisa dipakai. Kami sebagai pelayanan kesehatan harus menolong masyarakat. Tentu kartu ini menjadi masalah," kata Menteri Kesehatan, Nila Moeloek, di kantor Kementerian Koordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan, Jakarta, Selasa, 26 Juli 2016.

Nila mengatakan telah menghubungi Direktur Utama BPJS Kesehatan, Fahmi Idris, terkait kemunculan kartu BPJS palsu. Dia telah meminta pihak BPJS untuk segera memperbaiki masalah itu.

" Sudah langsung kontak 'by email' ke Pak Fahmi (Direktur Utama BPJS) dan kami kemarin sudah ketemu. Itu kan masalah uang, masalah iuran, harus diperbaiki," ujar Nila.

Sebelumnya diberitakan, BPJS Palsu ditemukan beredar oleh ratusan warga Desa Kertajaya, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Kartu bodong ini diterima warga dari sebuah lembaga berkedok peduli duafa.

" Sebanyak 200-an orang yang mendaftar. Jadi, lembaga itu datang ke desa dan menawarkannya sejak delapan bulan yang lalu," kata Lurah Desa Kertajaya, Bandung Barat, Fauzy Samsul, dilansir dari Merdeka.com, Minggu 24 Juli 2016.

Fauzy mengatakan kasus ini terungkap ketika kartu BPJS Kesehatan yang dimiliki warganya tak bisa digunakan untuk berobat di salah satu rumah sakit di Cimahi, Jawa Barat.

Setelah dikumpulkan, ternyata ada ratusan warga yang memang menerima kartu BPJS Kesehatan dari pihak yang sama. Mayoritas mereka berasal dari Desa Kertajaya.

1 dari 2 halaman

Daftar 14 Rumah Sakit yang Pakai Vaksin Palsu

Dream - Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengumkan ke publik 14 rumah sakit yang mengedarkan vaksin palsu.

" Ada 14 rumah sakit saat ini yang sudah menjadi tersangka. Kami sudah mendapatkan izin dari Bareskrim dan diberikan oleh Bareskrim," kata Nila dalam rapat dengar pendapat dengan komisi IX DPR dikutip Dream dari laman Merdeka.com, Kamis 14 Juli 2016.

Selain Nila, dalam RDP ini hadir juga Kabareskrim Irjen Ari Dono Sukmanto. Kemudian ada perwakilan BPOM, PT Bio Farma, IDAI, dan Satgas Penanggulangan Vaksin Palsu.

Berikut daftar 14 rumah sakit yang sudah menjadi tersangka pengedaran vaksin palsu oleh Bareskrim Mabes Polri:

1. Dr Sander Cikarang

Sales Juanda (CV Azka Medika)
Modus operandi tersangka mengajukan penawaran harga vaksin via email terhadap pihak RS dan disetujui direktur RS.

2. Bhakti Husada terminal Cikarang

Sales Juanda (CV Azka Medika)
Modus operandi tersangka mengajukan penawaran harga vaksin via email terhadap pihak RS dan disetujui direktur RS.

3. Sentral Medika, Jalan Industri Pasir Gembong

Sales Juanda (CV Azka Medika)
Modus operandi tersangka mengajukan penawaran harga vaksin ke bagian pengadaan barang terhadap pihak RS dan disetujui direktur RS.

4. RSIA Puspa Husada

Sales Juanda (CV Azka Medika)
Modus operandi tersangka mengajukan penawaran harga vaksin ke bagian pengadaan barang terhadap pihak RS dan disetujui direktur RS.

5. Karya Medika Tambun

Sales Juanda (CV Azka Medika)
Modus operandi tersangka mengajukan penawaran harga vaksin ke bagian pengadaan barang terhadap pihak RS dan disetujui direktur RS.

6. Kartika Husada Jl MT Haryono Setu Bekasi

Sales Juanda (CV Azka Medika)
Modus operandi tersangka mengajukan penawaran harga vaksin ke bagian pengadaan barang terhadap pihak RS dan disetujui direktur RS.

7. Sayang Bunda Pondok Ungu Bekasi

Sales Juanda (CV Azka Medika)
Tersangka mengajukan proposal penawaran harga vaksin terhadap pihak RS dan disetujui oleh direktur RS.

8. Multazam Bekasi

Sales Juanda (CV Azka Medika)
Tersangka mengajukan proposal penawaran harga vaksin terhadap pihak RS dan disetujui oleh direktur RS.

9. Permata Bekasi

Sales Juanda (CV Azka Medika)
Tersangka mengajukan proposal penawaran harga vaksin melalui CV Azka Medical. Kemudian dari bagian pengadaan mengajukan permohonan pengadaan kepada manajer purchasing yang kemudian dimintakan persetujuan kepada direktur RS sebelum dilakukan pemesanan obat atau vaksin.

10. RSIA Gizar Villa Mutiara Cikarang

Sales Juanda (CV Azka Medika)
Tersangka mengajukan penawaran harga vaksin ke bagian pengadaan barang pihak RS dan disetujui oleh direktur RS.

11. Harapan Bunda Kramat Jati Jakarta Timur

Sales M Syahrul
Tersangka menawarkan vaksin lewat perawat atas nama Irna (ditahan sebagai penyedia botol tersangka Rita dan Hidayat) kemudian Irna meminta tanda tangan dokter dan dimasukkan sebagai persediaan rumah sakit.

12. Elisabeth Narogong Bekasi

Sales Juanda (CV Azka Medika)
Tersangka mengajukan penawaran harga vaksin ke bagian pengadaan barang pihak rumah sakit dan disetujui oleh direktur rumah sakit.

13. Hosana Lippo Cikarang

Sales Juanda (Azka Medika)
Tersangka mengajukan penawaran harga vaksin ke bagian pengadaan barang pihak rumah sakit dan disetujui oleh direktur rumah sakit.

14. Hosana Bekasi Jalan Pramuka

Sales Juanda (CV Azka Medika)
Tersangka mengajukan penawaran harga vaksin ke bagian pengadaan barang pihak rumah sakit dan disetujui oleh direktur rumah sakit.

(Sumber: Merdeka.com)

Baca Juga:

2 dari 2 halaman

9 Provinsi Beredarnya Vaksin Palsu

Dream - Peredaran vaksin palsu diketahui telah merebak di sembilan provinsi di Indonesia. Berdasar temuan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sembilan provinsi yaitu Riau, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Bangka Belitung dan Kepulauan Riau terdapat vaksin palsu.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Oscar Primadi mengatakan, di sembilan provinsi itu terdapat 39 jenis sampel vaksin palsu yang ditemukan.

" Dari 39 sampel yang ditemukan empat sampel yang isinya tidak sesuai atau palsu. Dan satu sampel diduga palsu karena label tidak sesuai," papar Oscar dalam keterangan tertulis yang diterima Dream, Selasa, 12 Juli 2016.

Selain temuan di sembilan provinsi tersebut, BPOM juga telah menguji barang sitaan yang disita Bareskrim Mabes Polri. Dari 15 produk yang diteliti, terdapat lima produk yang terbukti kandungannya palsu. Adapun, satu produk vaksin ditemukan memiliki kadar tidak sesuai dan satu produk lain labelnya tidak sesuai.

Atas temuan baru tersebut, Bareskrim Mabes Polri, BPOM dan Kemenkes akan melakukan pendataan ulang pasien yang menerima vaksin palsu. Rencananya, Kemenkes akan memberikan vaksinasi ulang kepada anak-anak yang terdata mendapat vaksin palsu.

" Vaksinasi ulang akan dimulai dari satu klinik yang berada di Ciracas Jakarta Timur pada pekan depan karena datanya telah tersedia," ucap dia.

[crosslink_2]

Beri Komentar
Tutorial Ikuti Audisi LIDA 2020 Indosiar di KapanLagi Lewat Handphone