Minat Investasi Saham, Wajib Tahu Saran-saran Ini

Reporter : Ratih Wulan
Jumat, 1 April 2016 14:44
Minat Investasi Saham, Wajib Tahu Saran-saran Ini
Ada kategorinya masing-masing. Investasi untuk investor yang sudah berkeluarga, lajang, dan yang belum mengatur uang dengan baik.

Dream - Keamanan, kemudahaan transaksi, dan keuntungan yang signifikan membuat investasi reksa dana syariah menjadi pilihan banya investor. Head of Business Development Panin Aset Management, Rudiyanto, fenomena ini terlihat aktifitas manajer investasi, bank kustodian dan agen-agen penjual yang semakin sibuk melayani calon investor.

Meski favorit, Rudiyanto berpesan agar calon investor harus mempunyai persiapan matang sebelum terjun ke pasar modal. Bagi para karyawan, dia menyarankan agar mengecek kondisi keuangannya benar-benar dalam kondisi sehat dan tidak memiliki cicilan kartu kredit.

" Jangan sampai investasi dengan utang. Dan kalau ada cicilan KPR itu tidak apa-apa cuma jangan lebih dari 30 persen penghasilan," tutur Rudi saat mengisi Talkshow Berbelanja Bijak di Supermarket Pasar Modal Syariah, Jumat, 1 April 2016.

Khusus untuk calon pemodal berkeluarga, Rudiyanto menyarankan agar mereka memastikan telah memiliki persiapan dana darurat sebesar 12-13 kali penghasilan. Dana ini untuk berjaga-jaga menghadapi kejadian tak terduga seperti kemungkinan PHK dan lainnya.

Berbeda dengan lajang. Dana darurat yang dipersiapkan cukup sebesar 3-6 bulan ke depan. Dan yang tak kalah penting harus terdaftar lebih dahulu sebagai anggota asuransi atau BPJS.

Sebelum memilih produk investasi, Rudiyanto menyarankan untuk melihat dari kebutuhan dari investasi yang akan diambil. Jika hanya ingin menyimpan uang dalam kurun waktu di bawah satu tahun, disarankan untuk memilih reksa dana pasar uang.

" Pendapatan tetap untuk jangka 1-3 tahun, campuran yang agak lama 3-5 tahun dan saham untuk 5-8 tahun," imbuh Rudi.

Sedangkan bagi mereka yang belum mampu mengatur kuangan dengan baik, Rudi menyarankan agar penghasilannya terlebih dahulu disebar keempat hal. 

Dari 10 persen dari total penghasilan, Rudi menyarankan untuk digunakan dalam hal-hal kebaikan seperti beramal atau membantu orang tua. Kemudian, 20 persen harus dialokasikan sebagai dana darurat investasi dan asuransi yang berprospek pada kebutuhan masa depan.

" Sisanya 30 persen untuk cicilan produktif seperti nyicil rumah atau kendaraan dan yang 40 persen buat kebutuhan sehari-hari," tutupnya.

Beri Komentar