Minim Angin Baik, Indeks Syariah Fluktuatif

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 10 September 2019 16:52
Minim Angin Baik, Indeks Syariah Fluktuatif
Bagaimana dengan kondisi IHSG dan rupiah?

Dream - Indeks syariah menguat tipis hari ini, Selasa 10 September 2019. Pasar modal syariah terimbas efek penguatan dolar AS.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) ditutup menguat 0,107 poin (0,05%) ke level 193,393. ISSI bergerak fluktuatif setelah dibuka di 193,702.

Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII), naik 0,485 poin (0,07%) ke levle 704,097.

Indeks JII70 naik perlahan 0,372 poin (0,16%) ke level 239,242.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 10,460 poin (0,16%) ke level 6.336,673.

1 dari 5 halaman

Rupiah Melemah Tipis

Minimnya sentimen positif membuat investor ogah membeli saham. Saham yang paling banyak dibeli adalah properti dan pertanian. Kedua indeks sektoral ini menguat masing-masing sebesar 1,05 persen dan 0,69 persen.

Sebaliknya, indeks sektor perdagangan melorot 0,94 persen, pertambangan 0,91 persen, dan industri dasar 0,28 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah TCPI yang harga sahamnya naik Rp875, BTPS Rp220, ERAA Rp195, PDES Rp180, dan AALI Rp150.

Sebaliknya, yang menjadi top loser kali ini adalah EMTK yang harga sahamnya terkoreksi Rp1.150, SHID Rp800, SMGR Rp575, FIRE Rp550, dan UNTR Rp400.

Pada 16.01, rupiah melemah terhadap dolar AS. Kurs dolar AS menguat 27 poin (0,04%) ke level Rp14.061.

2 dari 5 halaman

Indeks Syariah Bergerak Naik di `Tanggal Cantik`

Dream - Indeks syariah kompak berbalik menguat pada perdagangan di tanggal cantik, Senin, 9 September 2019. Saham di sektor pertambangan yang jadi buruan investor membuat indeks saham syariah ceria di awal pekan ini.

Aksi beli pemodal lokal cukup efektif meredam investor asing yang biasanya minim belanja di awal pekan ini. Asing awal pekan ini membukukan nett sell senilai Rp93,96 miliar. 

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) mengawali perdagangan awal pekan ini dengan menguat ke level 192,672 di sesi pembukaan. Dibandingkan sesi prapembukaan, laju ISSI memang sedikit turun dari sebelumnya di level 192,712. 

Dengan kondisi pasar yang tengah kondusif dan tren naik jangka pendek membuat ISSI tampak tenang bergerak di zona hijau. ISSI bergerak positif sepanjang sesi dan menutup perdagangan dengan menguat 1,231 poin (0,64%) ke level 193,286.

Laju positif sepanjang sesi perdagangan juga dicetak indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII). Indeks ini naik 6,378 poin (0,91%) ke level 703,612.

Sementara Indeks JII70 menanjak 1,849 poin (0,78%) ke level 238,870.

Adanya aksi beli investor lokal mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menguat di awal pekan ini. IHSG bertambah 17,263 poin (0,27%) ke level 6.326,213.

3 dari 5 halaman

Pertambangan dan Infrastruktur Digaet Investor

Mayoritas indeks sektoral menguat. Investor lebih suka membeli saham di sektor pertambangan, infrastruktur, dan perdagangan. Ketiga indeks sektoral ini menguat masing-masing 1,65 persen, 1,16 prsen, dan 1,08 persen.

Yang terkoreksi adalah sektor industri aneka yang indeksnya melemah 1,06 persen, keuangan 0,71 persen, dan properti 0,12 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah UNTR yang harga sahamnya melesat Rp1.725, UNVR Rp950, FIRE Rp580, ITMG Rp475, dan PICO Rp330.

Sebaliknya, saham GMTD terkoreksi Rp800, INTP Rp300, POLL Rp230, BTPS Rp140, dan MTPS Rp140.

Pada 16.06, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah 22 poin (0,16%) ke Rp14.072 per dolar AS.

4 dari 5 halaman

IHSG Naik Tipis, Indeks Syariah Malah K.O

Dream - Indeks syariah tak bisa menahan laju penguatannya. Setelah kemarin serempak melaju ke zona hijau, kali ini tiga indeks acuan saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI), justru ramai-ramai turun tahta ke teritori negatif.

Laju tiga indeks saham syariah ini berlawanan dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang justru bergerak naik meski dengan penguatan tipis. 

Investor sepertinya menahan diri terjun ke lantai bursa karena tengah menanti data ekonomi terbaru dari dalam negeri. Sementara sentimen perang dagang AS-China untuk sementara tak terlalu dicemaskan pelaku pasar. 

Pada penutupan perdagangan harian BEI, Jumat 6 September 2019, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) bergerak turun 0,593 poin (0,31%) ke level 192,055. ISSI sebetulnya memulai sesi perdagangan dengan menguat ke level 193,163 di sesi pembukaan.


Namun tekanan jual langsung membuat ISSI bergerak turun. Puncaknya terjadi satu jam jelang sesi penutupan pagi. ISSI menutup sesi I dengan turun ke level 192,523.

Di sesi kedua, kondisi tak berubah banyak. ISSI tetap bergerak di zona merah dan menutup perdagangan dengan koreksi.

Tekanan jual juga melanda indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang terkoreksi 2,050 poin (0,29%) ke level 697,234. Sementara indeks JII70 melemah 0,256 poin (0,11%) ke level 237,021.

Berbeda dengan indeks syariah, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru naik tipis 2,147 poin (0.03%) ke level 6.308,950.

5 dari 5 halaman

Indeks Properti dan Infrastruktur K.O

Indeks sektor yang menjadi penggerak perdagangan kali ini adalah industri dasar yang naik 1,71 persen, pertambangan 0,83 persen, dan industri aneka 0,62 persen.

Investor lebih suka melepas saham di sektor properti dan infrastruktur. Dua indeks sektornya melemah masing-masing 1,78 persen dan 1,41 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah SHID yang harga sahamnya naik Rp580, UNTR Rp550, ITMG Rp400, FIRE Rp220, dan POLU Rp160.

Sebaliknya, yang menjadi top loser kali ini adalah POLL yang harganya terkoreksi Rp1.000, UNVR Rp975, MLPT Rp175, MINA Rp140, dan TLKM Rp110.

Pada 16.39, kurs rupiah terhadap dolar AS stagnan di angka Rp14.150.

Beri Komentar
Wasiat Terakhir Ustaz Arifin Ilham