Menteri BUMN Rini Sumarno Menyalami Para Pemudik (Dream.co.id/Ilman Nafian)
Dream - Sejumlah perusahaan pelat merah secara bersamaan menggelar mudik gratis. Tahun ini, Mudik Gratis Badan Usaha Milik Negara (BUMN) meningkat sebanyak 30 persen.
" Saya senang, karena tahun ini kenaikannya itu hampir 30 persen," Menteri BUMN Rini Sumarno di Jakarta, Kamis, 30 Juni 2016.
Rini mengatakan peningkatan tersebut berkat adanya kerja sama yang baik antar-BUMN juga dengan Kementerian.
Rini berharap jumlah pemudik sepeda motor tahun depan dapat berkurang dan beralih ke mudik gratis. Ini mengingat mudik dengan sepeda motor sangat berbahaya dan berisiko.
" Kami berharap ke depannya masyarakat tidak mudik naik motor, biasanya permasalahannya itu mereka menjadi lelah, belum lagi kalau bawa anak kecil, itu bahaya," ujar dia.
Lebih lanjut, Rini berujar BUMN harus lebih mengutamakan kepentingan masyarakat. Dia juga meminta BUMN lebih peka terhadap kebutuhan masyarakat.
" Kan kalau kita bersama-sama cost-nya juga akan lebih rendah, sementara kalau sendiri-sendiri adakan mudik gratis mungkin cost-nya bisa lebih tinggi, kemudian kan masyarakat yang menikmatinya juga bisa lebih banyak," ucap dia.
Ia menyampaikan BUMN juga menyediakan fasilitas untuk arus balik namun tidak sebanyak arus mudik.
" Arus balik ada, ada sebagian menggunakan kereta api dan sebagian dengan bus, memang kita tidak mengharuskan mereka kembali dengan kita, karena mereka ingin kembali berbeda-beda waktunya," tutup Rini.
Antisipasi Kecelakaan
Di tempat terpisah, Direktur Umum Jasa Raharja Budi Setyarso mengatakan, tujuan dari acara mudik bersama BUMN ini untuk menekan jumlah pemudik yang menggunakan sepeda motor.
" Ya tujuannya untuk mengalihkan pemudik yang menggunakan sepeda motor, ke angkutan darat, laut dan udara," kata Budi.
Budi menjelaskan untuk moda transportasi yang banyak digunakan yakni menggunakan bus, Ini lantaran ketersediaan armada bus cukup banyak sehingga dapat digunakan dalam jumlah besar dan tidak mengganggu pemudik lainnya.
" Sesuai dengan himbauan Departemen Perhubungan, bus yang digunakan itu harus bus pariwisata, kalau bus regular atau AKAP itu kan untuk penumpang biasa, khawatirnya mengganggu stabilitas," ucap dia.
Selain itu, Budi menyampaikan acara ini untuk merealisasikan apa yang sudah menjadi kebijakan pemerintah yang telah dikonsepkan oleh Departemen Perhubungan dan Kepolisian, untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas dan mengurai kemacetan.
" Kami berharap dengan mudik bareng BUMN ini dapat menekan angka kecelakaan lalu lintas, bahkan kalau bisa zero accident," ujar Budi.
Advertisement
Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama

IHSG Dibuka Menguat, Investor Pantau Laporan Cadev RI

MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah Setara SMA, Tapi Tak Bisa Batalkan Status Wapres

Seluruh Sektor Kompak Menguat, IHSG Tancap Gas di Penutupan Sesi I

Refuse Derived Fuel (RDF), Saat Sampah Jadi Bahan Bakar Alternatif


Berapa Lama Harus Bisa Plank Sesuai Usia? Ini Patokan untuk Usia 18 hingga 60 Tahun ke Atas

7 Makanan yang Sering Dianggap Tidak Sehat, Padahal Kaya Nutrisi

Ingin Meningkatkan Rasa Mencitai Diri Sendiri? Coba Ubah Cara Mengingat Masa Lalu

Tuban dan Canggu Ada di Jawa dan Bali, Mengapa Nama Tempatnya Bisa Sama?

Kapan Waktu Terbaik untuk Ngemil agar Gula Darah Tetap Stabil?

Masa Dinosaurus Dikenal Juga sebagai Zaman Jurassic, Apa Artinya?
