Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Organisasi Islam Muhammadiyah memandang program Kredit Usaha Rakyat (KUR) sangat relevan terhadap pemberdayaan ekonomi rakyat. Namun, agar KUR bisa berjalan dengan benar dan tidak mengalami penyimpangan, KUR perlu diawasi dan selalu dievaluasi penyalurannya.
Demikian disampaikan Sekretaris Umum Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan (MEK) PP Muhammadiyah, Azrul Tanjung di kantor PP Muhammadiyah Jakarta melalui keterangan persnya, Senin, 1 Februari 2016.
Azrul menyatakan, program KUR merupakan kebijakan program pemerintah yang tepat dalam mendorong ekonomi nasional. Pasalnya, masyarakat diberikan kemudahan dalam memiliki akses keuangan untuk pengembangan usahanya.
Program KUR, tambah Azrul, sudah dilakukan oleh pemerintahan cukup lama, tetapi menurut penilaiannya belum maksimal. Terbukti, banyak masyarakat yang hingga saat ini belum banyak mengakses KUR tersebut.
Dalam kajian MEK, banyak faktor yang menyebabkan KUR tidak banyak terserap secara komperehensif oleh masyarakat diantaranya adalah sosialisasi, regulasi KUR, dan pengetahuan masyarakat yang minim mengenai KUR.
Terkait itu, Azrul mengajak pemerintah untuk bersama-sama dalam mengembangkan penyaluran KUR. " Muhammadiyah dengan segala infrastrukturnya yang ada selama ini bisa diajak bermitra oleh pemerintah dalam penyaluran KUR," ujar Azrul.
Potensi KUR untuk warga Muhammadiyah sangat besar apalagi saat ini Muhammadiyah telah membangun Jaringan Saudagar Muhammadiyah (JSM) dari ranting hingga pusat yang tersebar dari semua provinsi.
Belum lagi keberadaan dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) yang rata rata memiliki inkubator bisnis sangat relevan, untuk digerakkan untun pendampingan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Maka, kata Azrul, sangat tepat jika pemerintah dan bank pelaksana KUR membangun kemitraan dengan Muhammadiyah.
Untuk mengkaji potensi dan manfaat KUR bagi menumbuhkembangkan sektor riil, Muhammadiyah meminta tim kebijakan ekonomi MEK untuk membuat rekomendasi. Terutama yang bisa dijadikan masukkan para stakeholder dalam meningkatkan program KUR.
Seperti diketahui, tahun 2016 ini pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp 100 triliun untuk KUR. Saat ini, alokasi dana tersebut siap disalurkan melalui BRI sebesar Rp 67,5 triliun, Bank Mandiri Rp 13 triliun, dan BNI sebesar Rp 11,5 triliun.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pemerintah tengah mengupayakan agar KUR ini bisa disalurkan juga melalui koperasi atau lembaga keuangan non bank agar semakin cepat dan banyak dimanfaatkan pengusaha UKM di seluruh Indonesia. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya