Perusahaan Manajemen Investasi Syariah Milik Ustaz Yusuf Mansur, Mengantongi Izin Dari OJK.
Dream – Perusahaan manajemen investasi (MI) milik Ustaz Yusuf Mansur, PayTren Aset Manajemen, mengantongi izin operasional sebagai perusahaan MI syariah dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dengan begitu, Paytren Aset Manajemen menjadi MI syariah pertama di Indonesia.
Izin operasional itu tercantum dalam Keputusan Dewan Komisioner OJK No. 49/D.04/2017.
“ Alhamdulillah, dengan izin Allah untuk Manajer Investasi Syariah dari OJK untuk PayTren Aset Manajemen sudah keluar hari ini,” kata Yusuf Mansur dikutip dari keterangan tertulisnya, Kamis 26 Oktober 2017.
CEO Paytren Aset Manajemen, Ayu Widuri, mengatakan surat keputusan OJK ini keluar sudah dua hari yang lalu.
“ Tapi, kami baru menerimanya tanggal 25 Oktober 2017,” kata Ayu ketika dihubungi Dream,Kamis 26 Oktober 2017.
Setelah mendapatkan izin operasional, dia mengatakan pihaknya akan mengajukan izin produknya. Rencananya, mereka akan mengajukan izin dua produk reksa dana syariah, yaitu reksa dana pasar uang syariah dan reksa dana saham syariah. Izinnya akan diajukan minggu depan.
Ayu mengatakan proses perizinan produk keuangan syariah ini memerlukan waktu dua minggu. Dia menargetkan, pada minggu kedua November 2017, izinnya sudah keluar.
“ Jadi, kami bisa menjual produk reksa dana syariah,” kata Ayu.
(Sah)
Advertisement
Dari Rumah BUMN hingga Pameran, Cara UMKM Menembus Pasar Global

AI Makin Ancam Manusia, PBB Ingatkan Dunia Jangan Terlambat Mengendalikannya

Inilah Peta Baru Dunia Versi PBB: Eropa dan Amerika Jadi Lebih Kecil. Mengapa?

Tak Lagi ke Bantargebang, Sebagian Limbah Jakarta Belok ke Bank Sampah

Sampah Bisa Jadi Voucher Belanja hingga Pengganti Batubara


Es Batu atau Air Es, Mana yang Lebih Cepat Mendinginkan Minuman? Jawabannya Ternyata Mengejutkan


Mengapa Mencetak Uang Lebih Banyak Tidak Bisa Membuat Negara Lebih Kaya?



Tak Cukup Lihat Klaim di Kemasan, Orang Tua Perlu Lihat Bukti di Balik Susu Formula Anak

Dari Rumah BUMN hingga Pameran, Cara UMKM Menembus Pasar Global