Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi Makanan Halal.
Dream – Pemerintah mendorong ekspor produk makanan dan minuman (mamin) halal ke negara Eurasia. Pemerintah menyebut Rusia bisa menjadi gerbang utama produk mamin halal ke kawasan negara tersebut.
Hal ini dikatakan oleh Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, saat berkunjung ke Food City di Moskow, Rusia.
"Food City dapat menjadi gerbang ekspor produk mamin halal ke Eurasia sekaligus menjadi model percontohan pusat distribusi di dalam negeri. Keikutsertaan Indonesia di Food City ini menjadi langkah awal untuk memperluas pasar ekspor produk Indonesia," kata Enggartiasto dikutip dari keterangan tertulis Kementerian Perdagangan yang diterima Dream, Senin 7 Agustus 2017.
Dia mengatakan ada 143,5 juta jiwa penduduk di Rusia dan 9,4 juta penduduknya beragama Islam. “Ini peluang bagi produk mamin Indonesia, termasuk mamin halal,” kata Enggartiasto.
Sekadar informasi, Food City merupakan etalase 8 ribu meter persegi di kota Moskow yang dipergunakan untuk menampilkan aneka produk mamin dari paviliun negara-negara yang ikut berpartisipasi dalam program ini. Indonesia mendapat kehormatan dengan mendapat lahan seluas 200 meter persegi. Paviliun Indonesia berada di area internasional berdekatan dengan Macedonia, Iran, Korea Selatan, dan Vietnam.
Dalam jangka menengah dan panjang, lanjut Mendag, program permanent trade display Paviliun Indonesia di Food City diperkirakan akan menjangkau pembeli yang lebih luas di kawasan Eurasia (termasuk Armenia, Belarus, Kazakshtan, Kyrgistan), Eropa Timur dan Tengah, juga Asia. Untuk itu, ke depannya keikutsertaan Indonesia dalam Food City tersebut harus dikelola secara profesional.
"Pengelola Food City dan Atase Perdagangan Moskow harus bekerja sama dengan importir atau distributor produk mamin di Rusia. Dari Jakarta, Ditjen PEN (Pengembangan Ekspor Nasional) akan melakukan seleksi produk-produk makanan Indonesia yang telah memenuhi standar kualitas produk ekspor dan dapat menjamin kontinuitasnya untuk hadir di Food City,” kata dia.
Paviliun Indonesia di Food City digagas mantan Menteri Perdagangan Rachmat Gobel bekerja sama dengan Duta Besar RI di Moskow dan Atase Perdagangan di Moskow untuk meningkatkan ekspor Indonesia ke Rusia, terutama untuk produk makanan olahan. Enggartiasto mengimbau gubernur, bupati/walikota, dan pelaku usaha Indonesia, dapat memaksimalkan keberadaan Paviliun Indonesia di Food City untuk mendorong ekspor ke pasar Rusia yang lebih besar, khususnya produk mamin.
Konsep Food City Sebagai Pusat Distribusi Melalui kunjungan tersebut, Enggartiasto juga terinspirasi mengadopsi konsep Food City untuk dapat diterapkan di Indonesia dengan membangun pusat distribusi antarpulau dan antarprovinsi sebagai jalur logistik yang dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia.
“Konsep Food City ini bisa memutus mata rantai distribusi yang panjang,” kata kata Dirjen PEN Kementerian Perdagangan, Arlinda Imbang Jaya.(Sah)
Advertisement


Sudah Makan tetapi Masih Lapar? Ini 7 Penyebab yang Perlu Anda Ketahui

Jangan Remehkan Obrolan Basa-Basi, Ternyata Bisa Bantu Mengurangi Kesepian dan Menjaga Kesehatan


Gen Z, Milenial, Gen X, dan Baby Boomer Punya Standar Berbeda soal Keren, Mengapa Muncul Perbedaan?

Apa yang Terjadi Jika Semua Hutan di Bumi Hilang? Bukan Cuma Hewan, Kehidupan Manusia Ikut Terancam

Buah Kalengan Ternyata Bisa Menyehatkan, tetapi Perhatikan 2 Hal Ini Sebelum Membelinya