Tim Medis Covid-19 Akan Diberi Insentif Rp3,5 Juta-10 Juta

Reporter : Ahmad Baiquni
Minggu, 22 Maret 2020 10:11
Tim Medis Covid-19 Akan Diberi Insentif Rp3,5 Juta-10 Juta
Juga disiapkan santunan Rp500 juta untuk tenaga medis yang meninggal dalam tugas.

Dream - Pemerintah bakal memberikan insentif kepada tim medis yang terjun dalam penanganan Coronavirus Disease (Covid-19). Insentif ini juga berlaku untuk staf yang terlibat.

" Pemerintah akan menjamin kesejahteraan bagi tenaga kesehatan yang bertugas menjadi garda terdepan penanganan pandemik ini," ujar Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, dikutip dari Liputan6.com.

Rencana kebijakan ini dibahas dalam rapat koordinasi Dewan Pengarah Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Rapat ini digelar di bawah Koordinasi Menko PMK melibatkan Menko Polhukam Mahfud MD, Mendagri Tito Karnavian, Menkes Terawan Agus Putrantro, Menkeu Sri Mulyani Indrawati, dan Ketua Gugus Tugas Doni Monardo.

Menkeu Sri Mulyani Indrawati mengatakan insentif akan diberikan kepada seluruh tenaga medis di garda terdepan penanganan Covid-19. Besaran insentif akan berbeda sesuai dengan profesi.

" Kami mengusukan insentif akan diberikan kepada dokter spesialis sebesar Rp10 juta per bulan, dokter gigi dan dokter umum Rp8 juta, perawat dan bidan Rp5 juta, tenaga medis dan tenaga lainnya sebesar Rp3,5 juta," kata Sri Mulyani.

Selain insentif, pemerintah juga menyediakan santunan dengan besaran Rp500 juta. Santunan ini diperuntukkan kepada keluarga petugas medis yang gugur dalam tugas.

1 dari 5 halaman

Pemetaan Penyaluran Insentif

Muhadjir mengatakan dana insentif dan santunan perlu dipetakan berdasarkan daerah dengan tingkat terdampak Covid-19. Daerah dengan kasus terbanyak harus menjadi prioritas.

" Ini harus dipetakan, kalau bisa hanya di wilayah tertentu terutama DKI Jakarta. Kalau ini bisa dilakukan saya yakin kita bisa lebih optimal mengelolanya," kata dia.

Selain mengenai insentif, ada beberapa keputusan lain yang dihasilkan. Seperti pengupayaan ketersediaan alat pelindung diri (APD) untuk tim paramedis oleh Kemenkeu dan Kemenkes.

Saat ini, Pemerintah mendapat bantuan dari swasta sebanyak 100 ribu APB dan siap didistribusikan. Daerah yang masuk kategori sangat perlu akan mendapatkan APD lebih dulu.

(Sumber: Liputan6.com/Fachrur Rozie)

2 dari 5 halaman

Pilih Menabung atau Bayar Utang Saat Uang Terkuras Selama Pandemi Corona?

Dream – Pada dasarnya, menabung dan utang bisa sama-sama penting. Kalau uangnya digunakan untuk membayar utang, nanti tidak ada simpanan atau dana darurat yang bisa dibutuhkan selama pandemi.

Kalau tak bayar utang, nantinya dia akan menumpuk dan berbunga.

Lantas harus bagaimana?

Dikutip dari Cek Aja, Senin 23 Maret 2020, ada plus minus jika kamu mendahulukan membayar utang. Keuntunganya, kamu bisa membayar utang dengan bunga tertinggi. Prioritaskan itu sebelum yang lainnya agar beban pengeluaran kamu tidak semakin membengkak akibat denda atau sejenisnya.

Untuk pinjaman dengan cicilan jangka panjang, kamu bisa membayarnya lebih awal atau kamu mengurangi jangka waktu yang sudah ditetapkan. Biasanya akan ada sedikit keringanan yang diberikan jika kamu memperpendek jangka pembayaran utang.

Tapi, kerugiannya, kamu bisa saja tidak menyisakam uang untuk masuk ke rekening simpanan. Risikonya, harus menggunakan kartu kredit jika terjadi kebutuhan mendadak atau darurat. Artinya, kamu menambah jumlah utang dan cicilan yang harus dibayarkan tiap bulannya.

3 dari 5 halaman

Bagaimana dengan Menabung?

Ada keuntungan yang bisa kamu peroleh jika memilih menabung daripada membayar utang. Kamu bisa saja menyimpan sejumlah uan asalkan utang tidak berbunga atau punya bunga yang sangat rendah. Itu pun jika utangnya tak wajib dibayar setiap bulan.

Dengan kondisi seperti itu, kamu bisa menabung dulu sampai jumlah tertentu, lalu akan mulai fokus membayar utang setelahnya. Idealnya dana darurat atau tabungan itu cukup untuk menghidupi kamu selama 3 hingga 6 bulan.

Lantas apa kerugiannya? Hasilnya adalah kamu akan mengeluarkan banyak uang untuk membayar denda dan bunga. Yang menyebalkan adalah jumlah bunga utang kamu kemungkinan akan jauh lebih besar daripada bunga yang kamu dapat dari tabungan yang sudah kamu perjuangkan itu.

Risiko lain yang mungkin akan kamu tanggung jika ngotot mengutamakan tabungan dibandingkan membayar utang adalah di masa pensiun nanti bisa saja kamu masih memiliki utang. Itu artinya kamu tetap tidak bisa hidup tenang dengan dana tabungan yang kamu miliki.

Jika kondisi tersebut kamu alami pada akhirnya hanya ada dua pilihan. Kamu harus rela hidup sangat pas-pasan dan lebih berhemat di hari tua atau kamu memaksa diri untuk tetap bekerja sampai semua utang lunas.

4 dari 5 halaman

Lalu, Apa Solusinya?

Dua-duanya ini memang tak ada yang benar-benar menguntungkan. Namun, masih ada satu jalan keluar, yaitu membayar dua-duanya.

Ya, membayar keduanya sejujurnya adalah cara terbaik di antara yang terbaik. Baik sedang terjadi pandemi atau tidak, jawabannya akan tetap sama yakni kamu lebih baik membayar utang tapi juga tetap menabung.

Kurang bijak dan kurang menguntungkan rasanya jika kamu hanya fokus atau membuat prioritas pada satu hal saja. Lebih baik pisahkan terlebih dulu dana yang akan kamu gunakan untuk membayar utang dan menabung atau dijadikan sebagai dana darurat.

5 dari 5 halaman

Begini Caranya Membayar Utang dan Menabung Saat Terjadi Pandemi

Bagaimana bisa melakukan keduanya? Kamu harus menemukan jumlah yang imbang antara pengeluaran untuk membayar utang dan menabung setiap bulannya. Jika uang yang kamu miliki untuk membayar keduanya adalah seratus ribu maka bagilah secara adil yakni lima puluh ribu untuk masing-masing.

Jika memaksakan untuk memberikan jumlah yang lebih banyak pada satu hal dan membuat yang lain mengalah, tentu kamu harus siap dengan risiko yang sudah dijelaskan di atas. Sudah sangat gamblang penjelasan mengenai beragam kemungkinan dan kerugian yang akan kamu dapat jika hanya memilih salah satu saja.

Jika jumlah yang kamu siapkan tidak cukup dan akhirnya kamu harus tetap membayar bunga atau denda, jumlahnya tidak akan merugikan banyak.

Di sisi lain, kamu juga akan merasa lebih tenang karena tetap memiliki simpanan jika sewaktu-waktu ada kebutuhan mendesak. Kamu tidak harus menggunakan kartu kredit atau menambah utang.

Beri Komentar