Perjuangan Single Mom Bagi Waktu untuk Anak dan Bisnis

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 22 April 2019 07:15
Perjuangan Single Mom Bagi Waktu untuk Anak dan Bisnis
Kesibukannya tak membuatnya alpa untuk bisnis dan mengurus anak.

Dream – Kesibukan menjadi presenter di televisi telah cukup menyita waktu Intan Hardja. Sebagai ibu tunggal dengan dua anak laki-laki, berusia 3 dan 10 tahun, dia ingin punya lebih banyak waktu untuk buah hatinya.

Intan mulai mengurangi intensitasnya sebagai entertainer dan terjun ke dunia bisnis.

Dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Minggu 21 April 2019, ada beragam bisnis yang digeluti, mulai dari sewa alat vacuum cleamer, laundry, sampai ekstensi bulu mata.

Cerita bisnisnya bermula ketika Intan menekuni dunia hiburan sejak berusia 19 tahun. Dia mencoba peruntungannya jadi presenter dengan mengikuti audisi di DAAI TV.

“ Waktu itu programnya Bumiku Satu yang mengangkat isu lingkungan. Dari situlah aku mulai menjadi presenter dan terus berlanjut ke program-program televisi lain seperti Intens di RCTI, dan Premier League di MNC TV,” kata dia di Jakarta.

Untuk menjadi presenter di televisi, Intan memang tidak pernah mengenyam pendidikan universitas. Namun, di SMA-nya Intan termasuk murid berprestasi.

Ia sering menjuarai kompetisi debat bahasa Inggris hingga tingkat nasional. Prestasi itu jugalah yang membuatnya terbiasa tampil di depan umum.

1 dari 4 halaman

Bisnis Laundry Bermula dari Kredit Penyedot Debu

Sejak anak keduanya lahir, Intan mulai merasa semakin kehilangan banyak waktu untuk anak-anak dan diri sendiri. Akhirnya dengan berbagai pertimbangan ia pun memutuskan untuk memulai usaha sendiri demi punya banyak waktu untuk anak-anak.

Anak pertamanya mengidap alergi debu. Untuk lebih menjaga kebersihan rumahnya dari debu, Intan pun membeli alat vacuum cleaner untuk debu dan tungau. Harganya Rp46 juta. Itu pun dibeli dengan kredit.

Karena banyak ibu-ibu yang juga mengalami hal yang sama, yaitu anaknya sering batuk atau pilek karena debu, Intan pun menyewakan alat tersebut ke teman-temannya. Dari situ, berdirilah bisnis Clean Today yang fokus pada layanan sedot tungau dan cuci furnitur.

2 dari 4 halaman

Pilih Waralaba Laundry

Karena sudah mengawali bisnis di bidang jasa layanan kebersihan, Intan pun ingin melebarkan sayapnya dengan memiliki bisnis laundry pakaian yang baru saja buka di bulan April 2019 ini.

Hanya saja menurutnya kalau ia membuat laundry dengan brand sendiri, tentu ada banyak hal yang harus ia pelajari. Memilih franchise laundry baginya adalah cara cepat untuk memulai usaha laundry.

“ Aku enggak mau pusing dan buang-buang waktu untuk mempelajari semuanya sendiri. Makanya, langsung pilih franchise laundry,” kata dia.

Intan mengatakan, di Indonesia belum ada merek ikonik untuk laundry kiloan. “ Jadi, aku pilih yang memang punya nilai lebih dan berbeda dari franchise laundry lainnya, yaitu Cleanlite Laundry. Aku pilih Cleanlite karena kepincut dengan training dan garansi klien B2B (Business to Business) yang ditawarkan,” kata dia.

Selain bisnis laundry, Intan juga membuka bisnis kecantikan, yaitu ekstensi bulu mata di tempat yang sama. Dia merogoh kocek sekitar Rp350 juta untuk kedua bisnis ini.

3 dari 4 halaman

Perjuangan Jadi Single Parent

Selama berbisnis, wanita ini mengalami jatuh bangun. Saat membangun Clean Today, dia kesulitan mendapatkan karyawan dengan hasil kerja yang diinginkan. Lalu, dia tak sanggup menggaji karyawan dan pengeluaran yang selalu lebih besar daripada pemasukan.

Ada kalanya, semua masalah itu membuat dia merasa ingin menutup bisnisnya. “ Baru di tahun ke dua, aku mulai bangkit karena menyadari keputusan-keputusan kurang tepat yang pernah dibuat sebelumnya,” kata dia.

Wanita ini juga harus pintar membagi waktu untuk keluarga dan bisnisnya. Dia sadar betul tak bisa memberikan 100 persen waktunya untuk anak-anaknya.

“ Tapi, yang penting niat aku lurus. Aku jalanin bisnis sebagai bentuk tanggung jawab ke anak-anak. Aku selalu berusaha untuk melakukan yang terbaik di setiap peranan aku,” kata dia.

Intan mengatakan perempuan tak bisa sempurna di setiap peran. Namun, mereka bisa melakukan hal terbaik.

“ Aku ingin menjadi ibu yang bisa membuat anak-anakku bertumbuh dengan perasaan bahagia,” kata dia.

Sementara itu, sebagai pengusaha, Intan hanya ingin menjalankan bisnis yang bermanfaat dan memberikan solusi kepada masyarakat.

“ Aku berharap suatu hari nanti, Cleanlite Laundry bisa jadi brand laundry yang jadi tolak ukur kualitas untuk cuci kiloan, dan tumbuh menjadi brand yang ikonik untuk bisnis laundry di Indonesia,” kata dia.

4 dari 4 halaman

Berhenti Bermimpi!

Intan berpesan kepada para perempuan Indonesia untuk tak hanya bermimpi. Dia mendorong kaum hawa agar mulai melakukan sesuatu.

Stop dreaming, start doing,” kata dia.

Dia optimistis, ketika melakukan sesuatu, akan ada pintu-pintu yang terbuka di depan.

“ Kendala kita sebagai perempuan bisa jadi memang lebih banyak, baik secara mental dan materiil. Walaupun mungkin kapasitas dan kemampuan kita itu kecil dan sedikit, bukan berarti kita nggak bisa membawa manfaat untuk banyak orang,” kata Intan. 

Beri Komentar
Umroh Bareng Pasangan, Foto Sweet Selebritis Saat di Mekkah