Sasar Bisnis Mikro, BNI Syariah Gandeng Ammana Fintek Syariah

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 8 November 2019 15:30
Sasar Bisnis Mikro, BNI Syariah Gandeng Ammana Fintek Syariah
Bank syariah ini ingin peluang sinergi untuk pembiayaan UMKM makin terbuka.

Dream – PT BNI Syariah—PT Ammana Fintek Syariah menjalin sinergi untuk penyaluran pembiayaan bagi pengusaha mikro, kecil, dan menengah. BNI Syariah berharap kerja sama ini bisa membuka peluang sinergi dengan penyalur pembiayaan lainnya kepada usaha mikro dan kecil.

“ Kerja sama ini diharapkan bisa membuka peluang bisnis dengan fintech, lembaga keuangan syariah, Baitul Maal Wattamwil (BMT), Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) dan koperasi syariah untuk penyaluran pembiayaan usaha mikro dan kecil,” kata Senior Executive Vice President (SEVP) BNI Syariah, Iwan Abdi, di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Jumat 8 November 2019.

Lewat kerja sama ini, BNI Syariah akan menyediakan akses pembiayaan, melakukan analisis, verifikasi serta filter/scoring awal terhadap mitra yang akan dibiayai berdasarkan rekomendasi Ammana Fintek.

Sebaliknya Ammana Fintek akan menjamin pengelolaan/maintain account, monitoring dan collection terhadap pembiayaan yang disalurkan dan mendapatkan pendapatan fee atau ujroh.

BNI Syariah sengaja menyasar kerja sama dengan Ammana karena dianggap sejalan dengan visi bank untuk mengembangkan UMKM.

Direktur Utama Ammana, Lutfi Adhiansyah, mengharapkan pelaku usaha kecil bisa berkembang dan meningkatkan bisnisnya setelah adanya kerja sama ini. Lebih jauh, perusahaan berharap literasi dan inklusi keuangan syariah akan semakin luas.

Lutfi menjelaskan aplikasi Ammana saat ini sudah diunduh lebih dari 10 ribu pengguna.

Sekadar informasi, BNI Syariah sudah pernah mengadakan kerjasama dengan Ammana Fintek, yaitu dalam hal aspek know your customer (KYC), fasilitas esscrow account, virtual account, pemanfaatan rekening dana lender (RDL) melalui BNI Syariah, dan mengenai kolaborasi Forum Wakaf Produktif (FWP).

Sampai September 2019, realisasi pembiayaan mikro BNI Syariah sebesar Rp1,61 triliun naik 19,42 persen secara tahunan atau year on year (yoy) dibanding periode sama 2018 sebesar Rp1,35 triliun. Mayoritas penyaluran pembiayaan mikro ini adalah ke usaha pertanian, peternakan dan usaha kecil lainnya.

1 dari 5 halaman

BNI Syariah Eksekusi 3 Proyek di Fesyar Indonesia 2019

Dream – PT BNI Syariah mengeksekusi tiga project business matching di Festival Ekonomi Syariah (FEsyar) Indonesia di Surabaya, Jawa Timur. Proyek-proyek yang berhasil digolkan adalah penberian fasilitas rekening gaji atau payroll kepada PT PLN (Persero), keikutsertaan dalam pembiayaan sindikasi syariah kepada PLN, dan pembiayaan modal kerja kepada PT Permodalan Nasional Madani (Persero).

Dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Jumat 8 November 2019, Direktur Bisnis SME dan Komersial BNI Syariah, Dhias Widhiyati, mengharapkan business matching bisa menyasar kepada potensi bisnis payroll dan pembiayaan.

“ Diharapkan ke depannya kerja sama ini bisa meningkatkan sustainable growth bisnis BNI Syariah,” kata Dhias di Jakarta.

Dia mengatakan, kerja sama dengan PLN, misalnya, memiliki potensi yang cukup besar. Hal ini disebabkan oleh total pegawai tetap PLN saat ini sebanyak 44.236 pegawai tetap dan 101 ribu outsourcing plus anak usaha.

Saat ini, sudah ada 700 pegawai PLN yang sudah menggunakan tabungan BNI Syariah. Menurut Dhias kerjasama dengan PLN ini juga membuka peluang bisnis lain yaitu pembiayaan konsumer.

Business matching lain yang dilakukan BNI Syariah dalam acara FESyar 2019 adalah terkait pemberian fasilitas pembiayaan syariah kepada masyarakat Pra Sejahtera Binaan PNM melalui program MekaaR (Membangun Ekonomi Keluarga Sejahtera) syariah.

Sekadar informasi, FESyar merupakan bentuk dukungan Bank Indonesia terhadap visi Indonesia sebagai pusat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah dunia. Acara ini juga merupakan sarana mempromosikan kegiatan ekonomi syariah. Di FEsyar, pelaku usaha syariah dan lembaga keuangan syariah, baik skala regional maupun nasional, dipertemukan sehingga akses pembiayaan bisa ditingkatkan.

Kegiatan FESyar Indonesia 2019 merupakan bagian dalam acara Road to ISEF 2019. Dalam FESyar Surabaya ini terdapat beberapa agenda Shari’a Economic Forum (rangkaian seminar bertemakan ekonomi, keuangan dan edukasi Islami) dan Shari’a Economic Fair (talkshow, lomba, expo produk unggulan dari berbagai provinsi di Indonesia.

2 dari 5 halaman

Pacu DPK, BNI Syariah Kelola Rp153 Miliar Payroll PLN

Dream – PT BNI Syariah menyediakan fasilitas pembayaran payroll pegawai PT PLN (Persero). Lewat kerjasama ini, bank syariah itu berharap bisa mengelola dana pihak ketiga (DPK) senilai Rp153 miliar.

Potensi bisnis dari kerjasama ini diakui sangat besar karena PLN memiliki jumlah pegawai sebanyak 51 ribu orang yang tersebar di kantor pusat PLN, 50 kantor unik induk, 373 kantor unit pelaksana, dan 1.042 kantor unit layanan.

Direktur Keuangan dan Operasional BNI Syariah, Wahyu Avianto, menyatakan kerja sama ini memperkuat sinergi dengan perusahaan BUMN. Selain itu, kerja sama ini meningkatkan dana pihak ketiga (DPK), khususnya dana murah.

 

 

“ Dengan dukungan jaringan dan teknologi dari BNI, semakin memperkokoh posisi BNI Syariah sebagai bank syariah yang memberikan layanan terbaik sesuai prinsip syariah,” kata Wahyu dikutip dari keterangan tertulis perusahaan, Rabu 30 Oktober 2019

Sekadar informasi, dalam kerja sama ini, hadir juga Pemimpin Divisi Dana Ritel BNI Syariah, Bambang Sutrisn, Pemimpin BNI Syariah Wilayah Jabodetabek Plus Ali Muafa, dan Direktur Human Capital PLN, Muhamad Ali.

3 dari 5 halaman

Potensi Kerja Sama Lainnya

Selain payroll, potensi bisnis dari kerja sama degan PLN bisa berasal dari pembiayaan konsumer, yaitu BNI Griya iB Hasanah, BNI Multiguna iB Hasanah, BNI Oto iB Hasanah dan BNI Fleksi Umroh iB Hasanah.

Potensi pembiayaan lainnya terkait kartu pembiayaan BNI iB Hasanah Card, dan pembiayaan linkage atau Koperasi Karyawan PLN.

Untuk menarik minat para pegawai PLN, BNI Syariah menawarkan bundling program yaitu buka tabungan payroll berhadiah “ Giftset Office Look”, pembiayaan tarif khusus karyawan PLN, dan buka tabungan payroll mendapatkan BNI iB Hasanah Card.

Sampai September 2019, tercatat jumlah nasabah payroll BNI Syariah sebesar 50.894 nasabah dengan nominal Rp384,96 miliar.

4 dari 5 halaman

Laba Bersih BNI Syariah Rp491,96 Miliar di Kuartal III-2019

Dream – PT BNI Syariah mencatatkan laba bersih senilai Rp491,96 miliar pada kuartal III 2019. Perolehan untung anak usaha PT Bank Negara Indonesia Tbk ini naik 50,66 persen dibandingkan periode sama setahun lalu yang mencapai Rp306,61 miliar.

Aset BNI Syariah juga dilaporkan naik 12,76 persen (year on year) dari Rp38,95 triliun pada kuartal III 2018 menjadi Rp43,92 triliun pada kuartal III 2019.

Kenaikan aset BNI Syariah lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan industri sebesar 11,53 persen.

Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo mengatakan kenaikan laba ini didorong oleh pertumbuhan pembiayaan yang berkualitas, efisiensi operasional, ekspansi dana murah yang ditunjukkan oleh rasio CASA yang meningkat, serta rasio pembiayaan bermasalah (non performing financing/NPF) yang terjaga

Selain itu, minat nasabah terhadap produk dengan akad wadiah semakin tinggi, sehingga beban bagi hasil menurun.

“ Alhamdullilah, secara umum kinerja BNI Syariah terus tumbuh secara konsisten di atas rata-rata industri,” kata Firman di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Jumat 25 Oktober 2019.

Dari sisi bisnis, BNI Syariah telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 31,81 triliun, naik 18,34 persen dari kuartal yang sama pada 2018 yang sebesar Rp26,88 triliun.

Segmen barang konsumsi menyumbang Rp15,08 triliun, disusul komersial Rp8,54 triliun, usaha kecil dan menengah Rp6,22 triliun, mikro Rp1,61 triliun, dan kartu pembiayaan Rp3,58 miliar.

5 dari 5 halaman

Dana Murah Naik 11,79 Persen

Selain pembiayaan, BNI Syariah melaporkan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) naik 11,79 persen menjadi Rp37,49 triliun. Pertumbuhan DPK BNI Syariah lebih tinggi dari pertumbuhan industri sebesar 13,28 persen.

Aktifnya perusahaan mendekatu instusi pendidikan dan komunitas mendorong komposisi DPK didominasi dari dana murah giro dan tabungan yang mencapai 61,95 persen. 

Dari sisi rasio efisiensi, sampai triwulan III 2019, BNI Syariah mencatat biaya operasional dibanding pendapatan operasional (BOPO) sebesar 80,67 persen atau membaik dibanding periode sama 2018 sebesar 85,49 persen.

Rasio efisiensi yang membaik ini diperoleh melalui adanya sinergi BNI Syariah dengan BNI Induk dalam hal layanan, operasional perbankan, optimalisasi marketing communication. Seiring rasio efisiensi, rasio profitabilitas salah satunya ROE (Return on Equity) juga mengalami kenaikan dari 10,47 persen menjadi 14,02 persen.

Sampai triwulan III 2019, BNI syariah mencatat rasio pembiayaan bermasalah (NPF) sebesar 3,05 persen membaik dibandingkan periode sama tahun 2018 sebesar 3,08 persen. Membaiknya rasio NPF ini dicapai dengan pembiayaan ke sektor yang memiliki risiko rendah dengan terus memonitor kualitas pembiayaan secara konsisten sehingga menghasilkan yield yang optimal.

Beri Komentar
Mengharukan, Reaksi Gempi Dengar Gading dan Gisel Tidur Bareng Lagi