Selain Rusak, Ini Kondisi Uang Rupiah yang Bisa Ditukar dengan yang Baru

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 19 Oktober 2021 14:35
Selain Rusak, Ini Kondisi Uang Rupiah yang Bisa Ditukar dengan yang Baru
Apa saja?

Dream – Beberapa hari terakhir, beredar video viral tentang uang berstempel “ ADS”. Uang ini termasuk uang rusak dan tidak layak edar.

Kabar baiknya, uang tersebut bisa ditukar dengan yang baru di bank. Asalkan, uang yang hendak ditukar ini memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia (BI).

Selain uang yang rusak, ada lagi jenis-jenis uang yang bisa ditukarkan dengan yang baru. Apa, saja, ya?

Dikutip dari laman BI, Selasa 19 Oktober 2021, pertama, uang yang lusuh atau cacat. Uang cacat ini adalah uang rupiah hasil cetaknya yang spesifikasinya tidak sesuai dengan yang ditetapkan oleh BI.

BI mengganti uang lusuh atau cacat sebesar nilai nominal. Asalkan, keaslian uang ini bisa dikenali.

Kedua, uang yang dicabut atau ditarik dari peredaran. BI memang menarik uang-uang “ jadul” dari peredaran. Masyarakat pun bisa menukarkan uang-uang yang dicabut ini sepanjang bisa dikenali keasliannya dan masih dalam jangka waktu 10 tahun sejak tanggal pencabutan.

Lalu, di mana uang-uang itu bisa ditukar? Masyarakat bisa menukarkan uang yang tidak layak edar itu di kantor BI setempat atau di kas keliling BI. Masyarakat juga bisa menukarkannya di kantor pihak lain yang disetujui oleh bank sentral itu.

1 dari 5 halaman

Heboh Uang Rp50 Ribu Berstempel 'ADS', Begini Aturan BI Soal Uang Rusak

Dream - Belum lama ini beredar video viral tentang uang kertas pecahan Rp50 ribu yang berstempel " ADS" ditolak untuk transaksi. Padahal di pemilik uang mendapatkan uang tersebut dari mesin sebuah ATM.

Bank Indonesia (BI), menurut komentar seorang netizen, sebetulnya masih menganggap uang tersebut bisa digunakan untuk transaksi. Bahkan si pemilik uang bisa menukarkan uang berstempel tersebut setelah dipastikan keasliannya. 

Dalam hal penggunaan uang kertas maupun logam untuk transaksi, BI juga sudah memiliki panduan tentang penukaran uang rusak.  Dikutip dari laman Bank Indonesia, bank sentral di Tanah Air ini sudah memiliki beberapa kriteria terkait uang kertas yang dianggap tidak layak edar.

Uang tidak layak edar tersebut meliputi uang lusuh, uang cacat, uang rusak, dan uang yang telah dicabut dan ditarik dari peredaran.

 

© Dream
2 dari 5 halaman

Heboh Uang Rp50 Ribu Berstempel `ADS`, Begini Aturan BI Soal Uang Rusak

BI juga telah memiliki enam kriteria untuk menyatakan uang dikategorikan sebagai rusak. 

1. Hilang sebagian >50 mm persegi.

2. Lubang seluas >10 mm persegi.

3. Coretan.

4. Sobek > 8 mm.

5. Selotip > 225 mm persegi.

6. Uang terbakar.

 

Uang rusak (1)© Bank Indonesia

 

3 dari 5 halaman

Apakah Masih Bisa Ditukar?

BI menegaskan bahwa uang rusak diganti ditukar, asalkan ciri-ciri keasliannya bisa dikenali. Selain itu, uang rusak memenuhi kriteria penggantian uang.

Sekadar catatan, penukaran ini bisa dilakukan di kas keliling Bank Indonesia, kantor Bank Indonesia setempat, atau kantor pihak lain yang disetujui oleh Bank Indonesia.

Kalau sudah memenuhi ini, bank wajib menukar uang rusak tersebut dengan uang yang layak edar sejumlah dengan uang rusak yang ditukarkan.

Kalau ciri-ciri keasliannya sulit diketahui, penukar wajib mengisi formulir permintaan penelitian uang rusak untuk penelitian selanjutnya. Uang rusak yang ciri-ciri keasliannya sulit dikenali, dapat dikirimkan kemasan yang layak ke Bank Indonesia.

Hasil penelitian dan besarnya penggantian akan diberitahukan pada kesempatan pertama.

© Dream
4 dari 5 halaman

Syarat Penggantian Uang Rusak Senilai Nilai Nominal

Berikut ini adalah syarat penggantian uang rusak senilai dengan nilai nominal.

1. Fisik uang kertas lebih besar dari dua pertiga ukuran aslinya. Uang ini juga bisa dikenali ciri-ciri keasliannya.

2. Uang rusak masih merupakan suatu kesatuan dengan atau tanpa nomor seri yang lengkap dan lebih besar dari dua pertiga aslinya. Plus, ciri uang aslinya dapat dikenali keasliannya.

3. Uang rusak tidak merupakan suatu kesatuan, tetapi terbagi menjadi paling banyak dua bagian terpisah dengan kedua nomor seri uang rusak ini lengkap dan sama. Ditambah, ukurannya lebih dari dua per tiga dari ukuran aslinya dan ciri uang bisa dikenali keasliannya.

 

Uang rusak (2)© Bank Indonesia

 

5 dari 5 halaman

Tapi, Ada Juga Uang Rusak yang Tidak Diganti

Bank Indonesia juga menetapkan ketentuan uang rusak yang tidak diganti. Berikut ini adalah rinciannya.

1. Fisik uang kertas kurang dari dua per tiga ukuran aslinya.

2. Uang rusak tidak merupakan suatu kesatuan yang utuh, tapi terbagi paling banyak dua bagian. Namun, nomor seri uang rusak ini berbeda.

" Bank Indonesia tidak memberikan penggantian atas uang rusak apabila menurut pertimbangan Bank Indonesia kerusakan uang tersebut diduga dilakukan secara sengaja," tulis bank sentral ini.

 

Uang rusak (3)© Bank Indonesia

© Dream
Beri Komentar