Pembeda Paling Utama Asuransi Syariah dan Konvensional

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 28 Juli 2021 10:35
Pembeda Paling Utama Asuransi Syariah dan Konvensional
Pandemi Covid-19 telah membawa hikmah meningkatnya kesadaran masyarakat untuk memiliki asuransi.

Dream – Bagi sebagian orang memiliki asuransi merupakan kebutuhan yang sama pentingnya seperti investasi. Lewat asuransi, orang bisa menyiapkan dana kesehatan, dana pendidikan anak, atau bahkan dana untuk menjamin kondisi mobil kembali mulus setelah mengalami kerusakan.

Di balik tekanan akibat pandemi Covid-19 terdapat sebuah hikmah luar biasa dari meningkatnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya asuransi, termasuk asuransi syariah.

Pimpinan Unit Usaha Syariah Allianz Life Indonesia, Yoga Prasetyo, mengatakan, perusahaan asuransi kini berupaya berlomba meraih kebaikan dalam menjalankan usahanya dengan meningkatkan performanya dalam melayani masyarakat khususnya berasuransi.

Meningkatnya kesadaran akan kebutuhan asuransi juga dirasakan pakar ekonomi dan keuangan syariah, Iwan Pontjowinoto. Menurutnya masyarakat semakin menyadari pentingnya penting memiliki asuransi setelah pandemi datang.

Kabar yang menggembirakan, kesadaran untuk melakukan keuangan yang bisa saling tolong menolong ini dirasakan juga oleh industri asuransi syariah. 

“ Makin banyak orang ingin belajar tentang keuangan yang baik, yang saling tolong menolong. Mereka belajar ke keuangan syariah,” kata dia pada Selasa 27 Juli 2021.

Namun diakui Iwan, masih banyak orang yang kebingungan membedakan asuransi syariah dan konvensional.

1 dari 2 halaman

Perbedaan Asuransi Syariah dengan Konvensional

Harus diakui, lanjut Iwan, masih ada sebagian masyarakat yang beranggapan asuransi syariah hanya diperuntukan bagi umat muslim. Faktanya, produk keuangan ini hadir untuk semua orang.

Iwan menjelaskan masyarakat harus bisa meisahkan antara asuransi syariah dengan keyakinan. Menurutnya, syariah adalah hukum sementara keyakinan berhubungan dengan iman.

Dalam industri asuransi syariah, pelaku sektor keuangan harus memastikan produknya sudah sesuai syariah. Maksudnya, produk tersebut mengandung tiga aspek yakni zatnya, cara perolehannya, dan penggunaannya.

“ Intinya selain menjaga diri niatnya juga membantu sesama,” katanya mengenai inti perbedaan finansial secara umum dan syariah.

2 dari 2 halaman

Apa yang Harus Disiapkan Selama Pandemi?

Menurut Iwan, ada tiga hal dasar yang perlu diketahui mengenai keuangan. Pertama, financial security. Kondisi ini secara keuangan berada dalam kondisi yang aman seperti memiliki usaha, dana darurat, atau asuransi mobil.

Kedua, financial independence. Sudah pada tahap kemerdekaan keuangan. Dengan kata lain, apabila seseorang dulu bekerja keras untuk mengumpulkan uang, sekarang uang yang bekerja keras untuk menghidupinya. Pada tahap ini seseorang tidak memiliki hutang dan memiliki proteksi (asuransi) yang cukup.

Ketiga, financial freedom. Kondisi keuangan ini adalah puncaknya. Keuangannya sudah aman sehingga seseorang tidak perlu bekerja lagi. Bisa dibilang orang-orang tersebut hanya mengerjakan apa yang mereka suka.

Ketiga hal ini bisa mulai dijalankan dengan asuransi. Meski demikian Iwan menyatakan bahwa mempersiapkan hal seperti ini harus dengan kesadaran pribadi. Ibaratnya jika mobil perlu membawa ban serep, maka hidup kita di masa depan juga perlu dipersiapkan dengan baik.

Menjawab kebutuhan masyarakat tersebut, Allianz Syariah baru-baru ini memperkenalkan produk keuangan AlliSya AMAN. Produk asuransi jiwa tradisional syariah yang memberikan solusi perlindungan asuransi kematian dan penyakit kritis agar kondisi finansial di masa depan senantiasa terjamin.


(Laporan: Elyzabeth Yulivia)

Beri Komentar