Ayah Bunda, Ini Investasi yang Cocok Saat Anak Usia Sekolah

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 4 September 2019 09:36
Ayah Bunda, Ini Investasi yang Cocok Saat Anak Usia Sekolah
Orangtua acapkali melupakan ini ketika mempersiapkan anggaran pendidikan untuk anak.

Dream – Bagi orangtua, salah satu keinginannya bisa menyekolahkan anak sampai perguruan tinggi. Akan tetapi, ada satu hal yang sering menjadi batu penghalang, yaitu biaya.

Biaya sekolah semakin lama semakin mahal. Jika tidak dipersiapkan, Sahabat Dream akan keteteran menyiapkan dana pendidikan untuk anak.

Founder dan CEO Finansialku.com, Melvin Mumpuni, menyarankan orangtua sedini mungkin mempersiapkan dana pendidikan anak. Investasi yang bisa digunakan bervariasi berdasarkan target. Misalnya reksa dana, deposito, atau saham.

“ Saya bagi. TK butuh berapa, SD berapa dan investasi apa yang cocok,” kata Melvin dalam " Pelatihan Media: Memahami Instrumen Investasi Perbankan" di Menara BCA, Jakarta, ditulis Rabu 4 September 2019.

Melvin mencontohkan, orangtua memiliki anak berusia 2 tahun. Instrumen yang digunakan adalah reksa dana karena rentang usia anak dengan masuk TK (minimal usia 5 tahun) relatif singkat. Kemudian, untuk masuk SD, reksa dana juga bisa digunakan.

Sementara itu, investasi yang cocok untuk mempersiapkan anak masuk SMP, SMA, dan adalah reksa dana saham dan saham. Kenapa? Karena jarak anak dengan usia masuk sekolah tinggi terbilang sangat jauh, sampai belasan tahun.

Setelah ditentukan, barulah dibagi porsi uang yang disediakan untuk persiapan dan pendidikan anak. Mempersiapkan dana pendidikan anak memang penting, namun kata dia, ada yang lebih penting lagi, yaitu asuransi jiwa.

1 dari 8 halaman

Proteksi Diri

Orangtua disarankan untuk melindungi dirinya sendiri dengan asuransi jiwa. Tujuannya untuk jaga-jaga jika ajal menjemput sebelum anak bisa kuliah.

“ (Jarak anak untuk kuliah) Ada 16 tahun. Ada kemungkinan umur nggak sampai? Ada,” kata dia.

Melvin mengatakan, jika ingin anak benar-benar harus kuliah, orangtua harus diproteksi dengan asuransi jiwa. Jika meninggal dunia, orangtua sudah tidak bisa lagi bekerja untuk membiayai pendidikan anak. 

Jika orangtua meninggal dunia sebelum anak kuliah, manfaat asuransi jiwa bisa digunakan untuk membiayai sekolah anak.

“ Kalau orangtua masih hidup saat anak kuliah, biaya pendidikannya diperoleh dari investasi,” kata dia. 

2 dari 8 halaman

6 Kesalahan Merencanakan Dana Pendidikan yang Sering Tak Disadari

Dream – Pendidikan adalah salah satu hal penting yang harus dipersiapkan secara matang. Dengan pendidikan yang baik diharapkan menjadi jalan dalam menggapai cita-cita dan memperbaiki masa depan.

Diperlukan persiapan yang matang untuk mendapatkan pendidikan yang baik, dari segi mental, fisik, maupun dana. Untuk mencapai kesiapan dana, perlu persiapan sejak jauh-jauh hari.

Walaupun sudah dipersiapkan sejak jauh hari, masih saja sering terjadi kesalahan yang pada akhirnya membuat tidak terpenuhinya kebutuhan akan persiapan dana. Apalagi mendekati musim kenaikan kelas seperti saat ini.

Tidak ada salahnya kita belajar dari kesalahan, ini bisa menjadi pelajaran bagi kamu yang ingin mempersiapkan pendidikan untuk buah hati.

Berikut ini adalah kesalahan-kesalahan ketika menyiapkan dana pendidikan bagi anak, dikutip dari Sikapi Uangmu, Kamis 11 Juli 2019.

3 dari 8 halaman

1. Salah Hitung Inflasi Dana Pendidikan

Dana pendidikan merupakan sejumlah dana atau biaya yang akan digunakan di masa yang akan datang, maka dari itu penting untuk memperhitungkan nilai pertumbuhan inflasi.

Setiap tahun biaya pendidikan pasti mengalami kenaikan sehingga penting bagi kamu untuk mempersiapkan hal tersebut sejak awal.

Inflasi biaya pendidikan bisa jadi lebih tinggi apabila dibandingkan dengan inflasi bahan kebutuhan pokok. Beberapa sekolah swasta bahkan menaikkan biaya uang pangkal hingga sebesar 20 persen per tahunnya. Jadi, penting untuk benar-benar tahu berapa sebenarnya inflasi pendidikan yang menjadi regulasi setiap sekolah.

Untuk memastikannya, kamu bisa bertanya langsung pada pihak administrasi sekolah impian, walaupun baru akan bersekolah di sekolah tersebut misalnya 5 tahun mendatang.

Perhitungannya akan jauh lebih rumit, jika ingin melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Selain memperhitungkan inflasi biaya pendidikan, perlu juga mempertimbangkan kurs rupiah terhadap mata uang negara setempat dan jangan lupa perhitungkan biaya hidup di negara tersebut.

4 dari 8 halaman

2. Tidak Diterima di Sekolah Impian

Saat ini, banyak orang tua memilihkan sekolah negeri favorit sebagai sekolah impian untuk anak-anaknya, dengan pertimbangan dana yang perlu disiapkan akan lebih kecil dibandingkan dengan sekolah swasta.

Namun, yang terjadi adalah anak tidak diterima di sekolah tersebut sehingga harus ada dana tambahan yang besar apabila ingin masuk ke sekolah swasta yang dinilai setara dalam kualitas.

Oleh sebab itu, persiapan dana pendidikan untuk anak sebaiknya dibuat dengan perhitungan kemungkinan tertinggi antara sekolah favorit. Kalau tidak diterima pada pilihan pertama, kita mempunyai kecukupan dana untuk melanjutkan di sekolah lain.

5 dari 8 halaman

3. Salah Pilih Instrumen Investasi

Berbagai instrumen investasi bisa dijadikan pilihan sebagai alternatif bagi dana pendidikan anak di masa yang akan datang. Instrumen investasi memiliki hasil imbal balik yang berbeda-beda sesuai dengan jangka waktu.

Kebutuhan untuk investasi jangka pendek tentunya berbeda dengan jangka panjang. Pertimbangan antara potensi mendapatkan hasil yang maksimal, potensi risiko investasi dan jumlah nilai investasi sesuai dengan kemampuan harus menjadi pertimbangan.

Kesalahan yang sering terjadi adalah instrumen investasi yang seharusnya diperuntukkan bagi investasi jangka pendek ternyata ditujukan untuk kebutuhan jangka panjang sehingga hasilnya justru belum maksimal, begitu pula sebaliknya.

6 dari 8 halaman

4. Hanya Pakai 1 Jenis Instrumen Investasi

Rencana dana pendidikan untuk setiap anak sebaiknya dipisah. Selain kebutuhan setiap anak berbeda, jangka waktu investasi juga berbeda. Dengan adanya pemisahan persiapan dana pendidikan untuk masing-masing anak, orang tua juga akan lebih mudah melakukan perhitungan berapa kebutuhan investasi per bulan.

 

 

Pemisahan persiapan dana pendidikan setiap anak akan memudahkan kamu dalam memilih instrumen investasi yang sesuai dan mengevaluasi perkembangannya dengan baik.

Saat ini, juga sudah ada beberapa produk keuangan yang dirancang untuk menyiapkan dana pendidikan anak. Misalnya, pendidikan berjangka, deposito, asuransi pendidikan, reksa dana atau lainnya.

7 dari 8 halaman

5. Tidak Mempersiapkan Sejak Dini

Kesalahan yang paling sering dilakukan adalah merasa selalu memiliki waktu untuk mempersiapkan dana pendidikan, sehingga sampai akhirnya terlambat. Padahal dengan investasi sejak dini, dana yang bisa disisihkan bisa jadi sangat terjangkau.

Namun, sayangnya masih banyak orang tua yang mendadak mengumpulkan uang puluhan juta atau bahkan berutang demi anaknya agar bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

8 dari 8 halaman

6. Memilih Saat Waktu yang Tidak Tepat

Terkadang ada orang tua yang salah menentukan perkiraan antara waktu dan biaya yang dibutuhkan. Ketika menentukan perkiraan waktu, perlu disesuaikan dengan umur anak saat ini. Jika anak masih bayi atau berusia 0 tahun, sedikitnya ada lima tahapan waktu yang harus diperhatikan.

Pertimbangkan biaya masuk playgroup dan taman kanak-kanak (tiga tahun), kebutuhan biaya ini bisa menggunakan investasi jangka menengah.

Untuk masuk sekolah dasar, Sahabat Dream juga bisa melakukan investasi di jangka menengah. Sedangkan untuk kebutuhan biaya masuk maupun selama SMP, SMA, atau kuliah, kamu bisa memilih investasi untuk jangka panjang.

Kamu perlu mengatur jangka waktu ini agar tidak merepotkan di kemudian hari dan pilih instrumen investasi yang tepat sesuai tujuan keuangan.

Beri Komentar
Rumah Emas Selamat dari Tsunami, Ini Amalan Sang Pemilik