Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Presiden Joko Widodo (tengah) Bersama Menko Perekonomian Sofjan Djalil (kanan) Dan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman Hadad (kiri) Meresmikan Pasar Rakyat Syariah 2015 Di Parkir Selatan Senayan, Jakarta, Minggu (14/6) (Antarafoto
Dream - Memasuki dekade kedua industri keuangan syariah di Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) semakin serius melakukan beragam upaya pengembangan. Kini, OJK bahkan siap dengan tiga lompatan besar untuk menjadikan Indonesia pusat keuangan syariah baru.
Dalam pembukaan Pasar Rakyat Syariah 2015 di Jakarta, akhir pekan lalu, Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D. Hadad menjelaskan tiga lompatan besar itu adalah pertama, mewujudkan pasar modal (baik pada saham maupun pasar surat utang) sebagai sumber pembiayaan yang semakin penting bagi dunia usaha.
Niat ini dibarengi dengan kualitas infrastruktur dan regulasi yang semakin meningkat dari waktu ke waktu.
Strategi kedua adalah memperbesar akses bagi usaha kecil dan menengah pada sumber pembiayaan, baik perbankan, lembaga pembiayaan dan penjaminan, pasar modal, serta lembaga keuangan mikro.
Terakhir, kata Mulyaman, OJK bakal terus mendorong peningkatan basis investor ritel domestik.
" Ketiga hal tersebut dilaksanakan OJK secara simultan untuk sistem keuangan konvensional dan sistem keuangan syariah," tutur Muliaman.
Melalui tiga fokus tersebut, Muliaman berharap ekonomi syariah mampu memberikan sumbangan dalam meningkatkan ketahanan dan daya saing pasar keuangan Indonesia dalam menghadapi tantangan perekonomian nasional.
" Berdasar pada potensi keuntungan yang ditawarkan kepada masyarakat secara luas, OJK selaku otoritas sektor jasa keuangan terus menyempurnakan visi dan strategi kebijakan pengembangan sektor keuangan syariah, yang tertuang dalam Roadmap Perbankan Syariah Indonesia 2015-2019," pungkasnya.
Roadmap tersebut digadang-gadang akan jadi panduan arah pengembangan bisnis syariah yang berisi inisiatif strategis untuk mencapai sasaran pengembangan yang ditetapkan.
Laporan: Kurnia Yunita Rahayu
Baca Juga: Curhat Dahlan Iskan: `Saya Tidak Tahan, Cepat Putuskan` Indonesia Impor Ikan Asin Senilai Rp 1,3 Miliar Di Negeri Ini, Penduduknya Berpenghasilan 3 Juta Triliun/Bulan Cukup Rp 10 Ribu, Sudah Bisa Buka Tabungan Syariah Dorong Keuangan Syariah, OJK Beri Insentif Produk Syariah PPh Naik, Pemerintah Hapuskan Pajak Penjualan Barang Mewah Kemenkeu Naikkan PPh Impor Barang Mewah Wajib Rupiah, Label Harga Dilarang Pakai Mata Uang Asing
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya