Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Menteri BUMN, Rini Soemarno (kanan) Dan Dirut PLN Sofyan Basir (Foto: Kementerian BUMN)
Dream – Belakangan ini, nama Menteri BUMN, Rini Soemarno, menjadi sorotan publik karena rekaman yang viral di jejaring sosial. Dalam rekaman itu, Rini disebut-sebut bagi-bagi jatah untuk proyek pengadaan energi.
Dia menyebut ada yang tidak suka dengan kesolidan BUMN yang sedang dibangunnya.
“ Ya, sudah. Mungkin memang ada orang yang tidak happy dengan kita karena saya terus menekankan bahwa kita one nation, one spirit, one family,” kata Rini di De Tjolomadoe, Karanganyar, Jawa Tengah, dikutip dari Liputan6.com, Senin 30 April 2018.
Mantan menteri perindustrian ini mengatakan nama baiknya tercoreng karena rekaman itu. Rini mengatakan rekaman yang viral, dibuat tidak lengkap dan berupa pembicaraan yang tidak utuh. Dia akan menempuh jalur hukum.
“ Iya, kita mau coba jalur hukum. Jadi, sekarang terus terang dari Pak Sofyan Basir (dirut PT PLN (Persero)) juga akan melakukan. Saya bilang juga juga akan melakukan karena itu juga membicarakan nama baik saya sebagai keluarga. Jadi, ya, saya juga akan mulai jalur hukum,” kata dia.
Rini menjelaskan pembicaraan ini sebenarnya tentang rencana PLN dan Pertamina sebagai offtaker salah satu proyek storage gas.
Sebagai pimpinan dari seluruh perusahaan pelat pelat, Rini menginstruksikan kepada dua BUMN untuk memiliki saham dari proyek ini. Dengan begitu, PLN dan Pertamina bisa untung.
“ Iya, dipotong-potong bikinnya seperti Pak Sofyan yang minta dan saya yang minta. Padahal, kami selalu menjelaskan kita selalu berjuang untuk BUMN bagaimana lebih baik ke depan, sehingga bisa survive 100 tahun ke depan. Itu komitmen kita sebagai seluruh direksi BUMN,” kata dia.
Berikut ini adalah kutipan wawancaranya diduga Rini dan Sofyan Basyir yang beredar.
Di media sosial, seorang wanita dan pria sedang bercakap-cakap yang diduga suara Rini dan Sofyan. Di rekaman ini pula disebut nama lain, yaitu Pak Ari. Isi percakapannya kurang lebih seperti ini.
Wanita: Kemarin ngomong sama Bapak kemarin. Yang penting gini, lo, bapak bilang udahlah yang harus ngambil ini dua, Pertamina sama PLN. Jadi dua-duanya punya sahamlah Pak. Saya bilang begitu.
Pria: Ini dikasih kecil saya kemarin bertahan, Bu, beliau ngotot. Kamu gimana, sih, Sof. Lo Pak ini kalau enggak ada PLN bapak juga enggak ada semua bisnis.
Wanita: Sama PLN.
Pria: PLN. Waktu itu kan saya ketemu Pak Ari juga Bu.
(Sumber: Liputan6.com/Ilyas Istianur Praditya)
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha