Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dream - Dalam ajaran agama Islam, zakat merupakan pilar yang wajib dalam Islam. Tidak hanya berfungsi untuk penyangga, zakat juga bisa digunakan sebagai penggenjot ekonomi.
"Zakat bisa menjadi penyeimbang ekonomi," kata pakar keuangan syariah, M. Syafi'i Antonio, dalam acara "Outlook DKI Jakarta 2017" di Jakarta, Kamis 22 Desember 2016.
Zakat sebagai penyangga perekonomian masyarakat khususnya ditujukan untuk kelas menengah ke bawah. Misalnya, ada seseorang punya harta Rp100 miliar. Lalu, ada kewajiban zakat 2,5 persen yang harus dikeluarkan. Dengan kata lain, ada Rp2,5 miliar yang akan didistribusikan kepada penerima zakat.
"Dengan 2,5 persen ini, masyarakat (peerima zakat) bisa berbelanja," kata dia.
Dengan begitu, daya beli masyarakat akan bertambah. Jika daya beli bertambah, akan ada peningkatan kebutuhan barang dan jasa yang berujung pada penyerapan tenaga untuk produksi.
"Ini yang akan menjadikan pertumbuhan ekonomi meningkat," kata dia.(Sah)
Advertisement

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga, Menurut Ahli Gizi

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Mau Nonton Grand Final AXIS Nation Cup 2026? Ini Cara Daftar dan Datang ke Istora Senayan

Sambut Tren Warna 2027, JOTUN Hadirkan 24 Warna dalam Koleksi JOURNEYS