Dream - Bermula pada tahun 2010, seorang remaja berumur sekitar 17 tahun memutuskan berjilbab. Muslimah yang tidak menyebutkan siapa namanya ini, kala itu seorang remaja yang tengah mencari jati diri.
Lingkungan, teman-teman, membuat ia cepat terpengaruh gaya hidup bebas. Saat itu ia merasa bangga pergi keluar rumah dengan memakai celana pendek (hot pants), atau gaun yang pendeknya di atas lutut.
Dan merasa hebat jika ia pulang malam, semakin larut, ia merasa dirinya 'gaul' alias mau dianggap cewek kekinian.
Semuanya berlalu menjadi kisah lalu
Suatu hari hatinya mulai terketuk. Di saat ia bercermin, dan lihat ada selembar kain menutupi kepalanya. " Seharusnya, aku pun malu jika kelakuanku " sama saja" sebelum aku menutup auratku."
Alasan terbesar ia pada waktu memutuskan berhijab yaitu, " aku ingin mengubah hidup dan kehidupanku," dan, " aku ingin merasa berharga dan dihargai" . " how much I love my hijab" . Betapa bangganya saya memakai mahkota ini.
Selama berkerudung, bukan sebuah perjalanan yang mudah. Rintangan pun masih ia lalui. Selama tiga hari setelah berhijab, ia sama sekali belum menjalankan sholat 5 waktu. Ia pun merasa apakah ia benar-benar sungguh berhijab di jalan Allah SWT.
Namun dengan niat yang kuat, ia melakukan perubahan. sebuah rumus jitu untuk selalu ingat pada Allah di sela-sela aktifitasnya. Mau tahu rumus apa yang digunakan? Ini bisa muslimah praktekan sehari-hari. (Ism)
Kirimkan kisah nyata inspiratif disekitamu atau yang kamu temui, ke komunitas@dream.co.id, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:
1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin dipublish
2. Sertakan link blog atau sosmed
3. Foto dengan ukuran high-res
4. Isi di luar tanggung jawab redaksi
Ayo berbagi traffic di sini!
Advertisement

Guilty Pleasure: Mengapa Kita Menikmati Sesuatu yang Sebenarnya Membuat Kita Merasa Bersalah?

Benarkah Air yang Direbus Dua Kali Berbahaya untuk Kesehatan?

Buah Matang atau Mentah, Mana yang Lebih Sehat? Ternyata Manfaatnya Berbeda

Tim Pencari Jurnalis di Selat Sunda Belum Bisa Masuk Pulau Sertung


Mengapa Dulu Pria Memakai Sepatu Hak Tinggi, tetapi Sekarang Identik dengan Perempuan?

Kasus Kanker Dunia Diprediksi Naik 67 Persen pada 2050, Hampir Separuh Kematian Bisa Dicegah