Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D. Hadad (ketiga Kanan) Bersama Kepala Eksekutif Pengawasan Perbankan OJK Nelson Tampubolon (keempat Kanan), Dan Plt. Kepala Eksekutif LPS Fauzi Ichsan (kedua Kanan) Serta Para Pimpinan Perbankan Berpose Dalam Peluncura
Dream - Kementerian Agama, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan program Simpanan Pelajar (Simpel) dan Simpel IB (Syariah). Peluncuran program tabungan siswa itu dilaksanakan di SMA 68 Jakarta, pada Selasa, 8 September 2015.
Dalam kesempatan itu, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyampaikan, program itu mampu menumbuhkan budaya menabung di kalangan pelajar. Sebab, masih banyak di antara anak-anak Indonesia yang tidak mampu melanjutkan pendidikannya karena persoalan biaya.
Untuk itu, Menag pun menyambut baik jalannya progam ini. “ Saya menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada seluruh jajaran perbankan yang telah bekerjasama untuk mewujudkan program ini,” ucapnya di acara peluncuran.
Menag melihat, bank memiliki potensi besar dan peluang untuk membantu lembaga pendidikan di Indonesia. Di Kemenag saja, total terdapat 75.199 satuan pendidikan, dan 90 itu persen dikelola oleh swasta atau masyarakat.
Menurut Menag, jika sepertiga dari total populasi santri yaitu sebanyak 9.000 santri memiliki tabungan Rp 500ribu, maka setidak-tidaknya dalam satu bulan terkumpul dana Rp 4,5 triliun. “ Ini jumlah yang sangat besar,” jelas Menag dikutip Dream dari laman kemenag.go.id.
Maka, tandas Menag, sekolah-sekolah di Indonesia merupakan lembaga pendidikan yang mempunyai potensi mengembangkan dan memperkuat perekonomian bangsa. Peluncuran program ini ditandai dengan penandatangan kedua belah pihak Kementerian Agama oleh Menag Lukman Hakim Saifuddin dan Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya