Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol
8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli
5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa
8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi
5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
CEO Honda Aircraft, Michimasa Fujino. (Foto: CNBC)
Dream – Sahabat Dream, jika Anda memiliki mimpi, lebih baik jagalah mimpi dan bekerja keraslah agar bisa meraihnya. Plus, jangan patah arang meskipun impian tak kunjung terwujud selama bertahun-tahun.
Kisah CEO Honda Aircraft Company—anak usaha Honda—Michimasa Fujino bisa kita petik pelajarannya.
Dilansir dari CNBC, Minggu 25 Februari 2018, Fujino memulai kariernya di bidang teknik otomotif Honda Motor tiga puluh tahun. Saat itu, dia ingin membuat mobil sport terbang.
Keinginan ini muncul ketika dia pergi pameran pesawat jet bisnis tiga dekade silam di Amerika Serikat —saat itu, usianya 26 tahun.
“ Saya berpikir, suatu saat di masa depan, saya bisa menampilkan pesawat yang saya tampilkan. Betapa cantiknya itu,” kata dia kepada CNBC.
Bertahun-tahun meneliti pesawat jet bisnis, merancang desainnya, mengetes, proyek batal, dan kecewa, visinya berhasil.
Honda Aircraft sukses membuat pesawat jet dengan kapasitas duduk 4-5 orang dan perusahaan ini membuat empat unit per bulannya. Namanya, HondaJet. Harganya? Per satuan dibanderol dengan harga US$4,9 juta (Rp67,05 miliar).
“ Bagi saya, HondaJet adalah karya seni dan setiap pesawat ini seperti anak. Saya ingin melihat pelanggan di sana. Kepuasan pelanggan bisa memotivasi saya,” kata dia.
Sekadar informasi, jet Honda ini pertama kali dirilis pada 2005. Saat itu, dia baru mengantongi sertifikat terbang dan harus melalui tes penerbangan. Kemudian, raksasa otomotif dari Jepang ini membuat kerja sama terbesar dengan perusahaan taksi udara Eropa, Wijet. Perusahaan taksi udara itu memesan 16 pesawat jet dari Honda.
Fujino mengatakan keberhasilannya merupakan buah manis dari kerja keras bertahun-tahun, malah berpuluh-puluh tahun. Pernah suatu ketika dia putus asa dan ingin berhenti, namun dia mengurungkan keinginannya. Pria berusia sekitar setengah abad ini terinspirasi oleh pelari maraton Jepang, Kenji Kimihara. Kata Fujino, Kimihara tidak pernah berpikir harus berlari 42 km, tetapi berpikir bagaimana bisa melalui lawannya.
“ Ketika hampir menyerah, saya justru berpikir harus bekerja enam bulan atau tiga bulan lagi. Kini, karier sudah tiga puluh tahun, tetapi saya mencoba target jangka pendek dan tidak pernah menyerah,” kata dia.
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa