Survei: Dulu Coblos Prabowo, 55 Persen Pemilihnya Kini Bilang Ogah
5 Minuman yang Sebaiknya Dihindari Setiap Hari Jika Ingin Mengurangi Gula
Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A
Mengapa AC Mobil Listrik Tetap Bisa Aman Menyala Meski Mesin Mati?
Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya
Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan
8 Makanan yang Bisa Redakan Ngidam Makanan Manis Lebih Baik daripada Permen, Menurut Ahli Gizi
Aroma Parfum yang Lagi Tren Ini Ternyata Bisa Bantu Tidur Lebih Nyenyak, Studi Ungkap Rahasianya
Dua Indeks Syariah Menguat Pada Jumat 23 Februari 2018.
Dream - Indeks syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) berbalik menguat jelang libur akhir pekan ini. Emiten yang selama ini menjadi motor penggerak indeks syariah dilanda aksi beli pemodal.
Penguatan Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII) terjadi di tengah minimnya sentimen di lantai bursa. Aksi konsolidasi akibat langkah jual saham asing juga tak mempengaruhi posisi beli investor.
Papan perdagangan Bursa Efek Indonesia, Indeks Saham Syariah (ISSI) menguat 0,846 poin (0,43%) ke level 195,916. ISSI bertahan di zona hijau setelah dibuka menguat di level 195,714 dan bertengger di posisi puncak 196,841.
Meski separuh bluechips syariah melemah, indeks JII masih sanggup bergerak menguat. Dimotori saham kelompok Astra dan Unilever, indeks JII melompat 3,861 poin (0,50%) ke level 776,120.
Transaksi perdagangan saham syariah melonjak signifikan di perdagangan jelang akhir pekan ini. Dengan 85,04 juta saham yang berpindah tangan, nilai transaksi meningkat menjadi Rp5,2 triliun.
Pemodal asing memang masih mencatat nilai jual bersih pada saham-saham syariah senilai Rp202 miliar. Namun posisi itu bisa tertutupi oleh langkah investor asing yang mencatat nilai beli bersih pada bluechips syariah senilai Rp58,26 triliun.
Sebagian besar indeks sektoral bergerak positif. Saham-saham sektor industri aneka menjadi motor utama perdagangan dengan penguatan indeks melesat 2,16 persen.
Ada dua indeks yang melemah, yaitu industri dasar yang turun 0,54 persen dan properti 0,15 persen.
Emiten-emiten keping biru syariah pencetak top gainer kali ini adalah UNTR yang harga sahamnya naik Rp1.125, UNVR Rp450, ASII Rp200, BRPT Rp60, dan TPIA Rp60.
Sebaliknya, yang menjadi top loser adalah SMGR yang harga sahamnya merosot Rp525, LPPF Rp125, WSKT Rp90, INCO Rp80, dan INDF Rp75.
Dari pasar uang, nilai tukar rupiah menguat 11 poin (0,08%) ke level Rp13.662 per dolar AS.
(Sah)
Advertisement
Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan

Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai

Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane


3 Kebiasaan Olahraga yang Sebaiknya Mulai Dilakukan Saat Usia Paruh Baya agar Tetap Bugar

Dengarkan Musik yang Tenang Saat Makan, Studi Ungkap Pengaruhnya pada Pilihan Makanan

9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes

Bukan Sekadar Hantu, Teror Rambut Sewu Berawal dari Dendam Keluarga

Survei: Dulu Coblos Prabowo, 55 Persen Pemilihnya Kini Bilang Ogah

5 Minuman yang Sebaiknya Dihindari Setiap Hari Jika Ingin Mengurangi Gula

Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A