6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Ilustrasi Seorang Pria Meminjam Uang Dari Orang Lain. (Foto: Shutterstock)
Dream – Cerdas mengelola keuangan memang sangat penting. Tujuannya agar kita bisa memenuhi kebutuhan hidup tapi tidak harus menghabiskan seluruh penghasilan.
Jika tidak pintar mengatur keuangan, kamu enggak bakal punya sisa uang. Itu juga berpotensi untuk membuatmu berutang demi menutupi kebutuhan.
Berutang memang tidak dilarang, namun kamu harus bijak melakukannya. Sah-sah saja jika berutang untuk barang konsumtif, asalkan barang tersebut berguna dalam waktu yang lama, misalnya cicilan rumah.
Berutang untuk kebutuhan produktif juga boleh. Misalnya seperti meminjam uang untuk modal mengembangkan usaha.
Pertanyaannya, berapa porsi utang yang ideal agar tidak mengganggu keuangan? Jawabannya, porsi ideal adalah 30 persen.
Misalnya, kamu memiliki penghasilan sebesar Rp4,5 juta per bulan, sehingga batas utang yang pas sebesar Rp1,35 juta. Pergunakanlah itu untuk membayar cicilan.
Sahabat Dream bisa menerapkan strategi 50-30-10-10. Caranya, bagi penghasilanmu ke dalam empat pos.
Sebanyak 50 persen anggaran untuk kebutuhan pokok (tagihan listrik, biaya sehari-hari, tagihan air), 30 persen utang (cicilan rumah, cicilan mobil, pinjaman dari bank, pinjaman dari teman/keluarga), 10 persen tabungan, dan 10 persen dana darurat.
Jika utang melebihi 30 persen, bagaimana? Mau tidak mau, kamu harus memangkas anggaran pos lainnya seperti makan dan transportasi. Atau kamu harus mencari penghasilan tambahan untuk menutup kebutuhan.
Sebaiknya, jangan korbankan pos tabungan dan dana darurat. Dua pos ini akan sangat bermanfaat jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
