Survei: Dulu Coblos Prabowo, 55 Persen Pemilihnya Kini Bilang Ogah
5 Minuman yang Sebaiknya Dihindari Setiap Hari Jika Ingin Mengurangi Gula
Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A
Mengapa AC Mobil Listrik Tetap Bisa Aman Menyala Meski Mesin Mati?
Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya
Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan
8 Makanan yang Bisa Redakan Ngidam Makanan Manis Lebih Baik daripada Permen, Menurut Ahli Gizi
Aroma Parfum yang Lagi Tren Ini Ternyata Bisa Bantu Tidur Lebih Nyenyak, Studi Ungkap Rahasianya
Lagi-lagi Indeks Syariah Melemah.
Dream - Konsolidasi pelaku pasar serta tekanan koreksi bursa regional membuat indeks acuan saham syariah kembali mendekam di zona merah. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII) kompak ditutup melemah pada penutupan perdagangan, Kamis 22 Februari 2018.
Indek ISSI menutup perdagangan dengan melorot 1,304 (0,66%) ke level 195,070. ISSI bergerak fluktuatif sejak dibuka menghijau di level 196,439. ISSI menyentuh level tertinggi di level 196,603 dan terendah di 194,922.
Dengan sepertiga penghuni JII yang bergerak melemah, indeks JII menutup perdagangan dengan koreksi 8,117 poin (1,04%) ke level 772,159.
Transaksi perdagangan saham syariah kali ini sedikit melemas. Dari 81,06 juta saham, lantai bursa diguyur aksi jual beli saham syariah senilai Rp4,33 triliun, turun dari perdagangan sehari sebelumnya.
Pemodal asing kembali berbalik arah setelah kemarin mencatatkan nilai beli bersih. Asing mencatat nett sell senilai Rp329 miliar.
Saham di sektor industri aneka memimpin pelemahan indeks sektoral dengan anjloj 1,92 persen. Diikuti sektor keuangan 1,13 persen dan infrastruktur 0,93 persen.
Dari tujuh bluechips syariah yang bergerak menguat, top gainer pencetak kenaikan harga saham termahal dihuni SMGR yang menguat Rp175. Disusul ICBP Rp75, INDF Rp75, TPIA Rp50, dan BRPT Rp20.
Sebaliknya, yang menjadi pencetak top loser adalah UNTR yang harga sahamnya terkoreksi Rp1.125, UNVR Rp500, LPPF Rp350, ASII Rp175, dan AKRA Rp100.
Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terseret ke zona merah setelah menguat di level Rp13.615 per dolar AS. Kurs rupiah terhadap dolar AS melemah 56 poin (0,41%) ke level Rp13.674 per dolar AS.
(Sah)
Advertisement
Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan

Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai

Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane


3 Kebiasaan Olahraga yang Sebaiknya Mulai Dilakukan Saat Usia Paruh Baya agar Tetap Bugar

Dengarkan Musik yang Tenang Saat Makan, Studi Ungkap Pengaruhnya pada Pilihan Makanan

9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes

Bukan Sekadar Hantu, Teror Rambut Sewu Berawal dari Dendam Keluarga

Survei: Dulu Coblos Prabowo, 55 Persen Pemilihnya Kini Bilang Ogah

5 Minuman yang Sebaiknya Dihindari Setiap Hari Jika Ingin Mengurangi Gula

Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A