Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

5 `Penangkal` Nafsu Belanja

Reporter : Syahid Latif
Minggu, 27 Juli 2014 09:03
5 `Penangkal` Nafsu Belanja
Simpanan hilang tak berbekas karena terlalu bernafsu belanjanya hingga sampai berutang, Anda wajib pelajari tips ini.

Dream - Menjelang Lebaran, masyarakat harus bisa menahan diri di tengah gempuran promosi dari pusat perbelanjaan dan mal. Apalagi di zaman konsumerisme yang merajalela. Sangat sulit bagi orang-orang tertentu untuk tetap pada rencana keuangannya.

Banyak para pemilik uang yang sudah bersusah-payah mengumpulkan uang. Namun pada akhirnya, simpanan itu hilang tak berbekas akibat terlalu menuruti nafsu belanjanya hingga sampai berutang.

Jika Anda berada dalam situasi tersebut, berikut tips yang mungkin bisa membantu Anda mengatasinya seperti dikutip laman emirate247:

1. Buatlah anggaran dan bicara dengan pasangan

Langkah pertama adalah memahami pendapatan dan pengeluaran Anda. Berhati-hatilah terhadap pengeluaran bulanan - yakni pengeluaran tetap dan tidak tetap. Diskusikan dengan pasangan bagaimana menyeimbangkan keduanya. Usahakan pengeluaran Anda bisa diatur dengan baik. Siapkan dana tak terduga dan bahkan dana untuk memanjakan diri Anda dan keluarga. Namun beri prioritas untuk beberapa jenis pengeluaran seperti uang sewa sebelum pengeluaran untuk makan-makan.

Mencatat pengeluaran memang terlihat kuno, tapi itu cara yang tepat agar pengeluaran dapat terkontrol dengan baik.

2. Bedakan antara utang yang baik dan buruk

Ada alasan mengapa bank memeriksa kemampuan Anda untuk membayar utang, dan itu hal yang sangat mendasar yang harus Anda pertimbangkan juga sebelum mendekati lembaga keuangan untuk meminjam lebih banyak uang. Anda cukup bijak jika berutang untuk mendapat rumah. Tapi berutang demi memiliki gadget tercanggih adalah satu kesalahan.

Lebih masuk akal meminjam uang dari bank jika Anda sedang membangun aset, tapi pikirkan dua kali jika aset itu mengalami depresiasi seperti mobil, gadget atau liburan. 

Jika Anda memiliki sejumlah besar dana pada kartu kredit, lebih baik mengambil pinjaman pribadi dan melunasi iuran kartu kredit karena suku bunga kartu kredit bisa selangit.

3. Kartu kredit tidak selalu buruk

Banyak yang percaya kartu kredit selalu buruk. Namun cara yang lebih baik adalah menggunakannya dengan bijaksana. Kartu kredit juga berarti kenyamanan dan banyak poin reward. Disarankan menggunakan kartu kredit di rumah sakit atau di apotek. Membayar dengan kartu kredit tidak terlihat segampang menggesekannya di mal.

4. Menabung sedikit demi sedikit

Bagi karyawan dengan gaji rata-rata, tidak mudah menabung dengan nominal yang besar dalam sekali simpan. Menabunglah sedikit demi sedikit setiap bulan asal disiplin. Jika tidak memiliki banyak uang tersisa setelah membayar semua tagihan, lihat kembali catatan pengeluaran Anda. Cari cara agar dana tersebut cukup tanpa membebani gaya hidup Anda.

5. Jangan membayar penuh

Jaman sekarang orang sudah jarang membeli secara tunai. Penawaran dan diskon sudah menjadi tren di situs belanja online. Di sinilah peran kartu kredit bagi Anda. Tapi sekali lagi, gunakan dengan bijaksana. (Ism)

Beri Komentar