6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Keuangan Syariah Semakin Mendapatkan Tempat Di Afrika Utara. (Foto Ilustrasi)
Dream – Negara-negara di kawasan Afrika Utara semakin gencar mendorong penggunaan keuangan syariah. Hal ini bertujuan mengurangi sumber pendanaan dari keuangan konvensional demi menekan defisit berjalan dan defisit anggaran.
Dilansir Gulf Times, inisiatif ini muncul didasarkan pada hasil riset Standard & Poor’s. Riset itu menyebutkan aset keuangan syariah di negara-negara Afrika Utara yang mayoritas penduduknya beragama Muslim, hanya 1 persen.
Hal ini menunjukkan potensi keuangan syariah untuk berkembang di sana masih sangat besar. Saat ini, sedikit sekali bank syariah yang beroperasi negara-negara Afrika Utara.
Setelah bank sentral Maroko merilis aturan yang mengizinkan bank syariah beroperasi, kini giliran Aljazair yang menarik minat investor untuk berinvestasi di keuangan syariah. Langkah ini dijalankan setelah harga minyak dunia lesu.
Aljazair kini sedang merancang aturan untuk keuangan syariah, termasuk peluncuran sukuk. Mereka juga tengah membuat aturan untuk membangun enam bank syariah yang berada di bawah pengawasan Dewan Syariah Nasional Aljazair pada akhir 2017 atau awal 2018.
Upaya pengembangan keuangan syariah di Afrika Utara merupakan reaksi negara kawasan terhadap pelemahan harga komoditas dan ekonomi.
Selain Aljazair dan Maroko, ada juga negara-negara Afrika Utara yang tertarik mengembangkan keuangan syariah. Beberapa di antaranya seperti Mauritania yang mengembangkan keuangan syariah pada 2014. Di tahun yang sama, Libya resmi menjalankan keuangan dan perbankan syariah.
Global Head of Islamic Finance di Standard & Poor’s, Mohammed Damak, mengatakan anggaran untuk pembangunan akan mendapatkan banyak manfaat dari pembiayaan syariah. Misalnya karakteristik pembiayaan jangka panjang yang sesuai dengan pembangunan infrastruktur seperti pembangunan pembangkit listrik dan jalan raya.
“ Menggunakan sukuk untuk beberapa proyek dapat membantu mendiversifikasi basis investor dan menambah sumber pembiayaan,” kata Damak.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
