Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ketiga Indeks Syariah Keok Ketika Perdagangan Ditutup Pada Akhir Pekan.
Dream - Sinyal ancaman dagang dari Amerika Serikat membuat indeks syariah terkapar. Tiga indeks syariah terjerembab ke zona merah pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat, 6 Juli 2018.
Tekanan dari kurs dollar AS terhadap rupiah yang kembali menguat ikut menahan laju pelaku pasar melantai ke bursa saham.
Data BEI menunjukan Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) merosot tipis 0,076 poin (0,04%) ke level 170,580. ISSI sebetulnya mengawali perdagangan dengan menguat ke level 171,196 dan sempt menanjak ke level tertinggi 171,608. Namun tekanan jual membuat laju penguatan itu terhenti.
ISSI gagal bertahan setelah terperosok ke zona merah dan sempat menyentuh level terendah di 170,483.
Indeks bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII) JII juga bergerak melorot 1,246 poin (0,19%) ke level 644,751. Sementara indeks Jakarta Islamic Index 70 (JII70) melemah 0,310 poin (0,14%) ke level 213,736.
Aksi jual investor ini membuat 119 saham syariah mengalami potongan harga. Transaksi perdagangan saham syariah hingga sesi paska-penutupan mengalami penurunan menjadi 35,52 miliar lembar saham syariah namun nilainya naik menjadi Rp2,94 triliun.
Jelang libur akhir pekan, investor asing malah melakukan aksi beli saham. Nett buy asing memang masih tipis senilai Rp54,21 miliar.
Mayoritas indeks sektoral melemah. Sektor keuangan dan barang konsumsi menyumbang pelemahan terbesar perdagangan. Indeks keuangan terjun 1,70 persen dan barang konsumsi 1,42 persen.
Penguatan saham infrastruktur sebesar 0,94 persen, properti 0,29 persen, pertambangan 0,28 persen, dan pertanian 0,20 persen tak cukup menopang pelemahan perdagangan.
Emiten keping biru syariah pencetak top gainer kali ini adalah ITMG yang harga sahamnya naik Rp1.325 disusul oleh UNTR Rp325, SMGR Rp100, AKRA Rp70, dan INDY Rp70.
Sebaliknya, yang menjadi top loser adalah UNVR yang harga sahamnya terkoreksi Rp500, ICBP Rp200, LPPF Rp125, INCO Rp120, dan INDF Rp100.
Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup sebesar Rp14.380 per dolar AS. Kurs dolar AS sempat menembus level Rp14.413.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya