Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kinerja Indeks Syariah Masih Positif Hari Ini.
Dream - Indeks syariah masih menunjukkan kinerja positif meski penguatannya sedikit berkurang. Sempat tergelincir ke zona merah, menguatnya harga saham dari separuh bluechips syariah mendorong tiga indeks syariah ditutup positif.
Kurs dollar AS terhadap rupiah juga tak menunjukan riak mencemaskan. Meski menguat sepanjang hari, dollar AS masih bertahan di bawah Rp14.000.
Pada penutupan perdagangan harian BEI, Kamis 5 Juli 2018, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), kembali menanjak 1,083 poin (0,64%) ke level 170,656. Indeks ISSI dibuka menguat ke level 169,705 namun sempat terpeleset masuk zona hijau dengan posisi terendah di 169,037.
Dukungan separuh penghuni Jakarta Islamic Index (JII) juga membuat indeks bluechips syariah ini bertahan di zona hijau. Indeks JII ditutup menguat 2,883 poin (0,45%) ke level 645,997. Sama halnya dengan Jakarta Islamic Index 70 (JII70) yang juga naik 1,231 poin (0,58%) ke level 214,046.
Transaksi perdagangan saham syariah semakin sepi di perdagangan hari ini. Pelaku pasar hanya memperdagangkan 35,67 miliar saham hingga sesi paska penutupan dengan nilai transaksi turun menjadi Rp2,84 triliun.
Beruntung berkurangnya tensi transaksi perdagangan ini diikuti langkah pemodal asing yang mengurangi aksi jual saham. Nett sell asing turun menjadi Rp38,28 miliar.
Kinerja perdagangan kali ini ditopang oleh trio indeks sektoral, yaitu pertambangan yang indeksnya naik 1,69 persen, infrastruktur 1,32 persen, dan perdagangan 1,20 persen.
Koreksi terjadi pada indeks sektor barang konsumsi yang turun 1,14 persen, pertanian 0,94 persen, keuangan 0,51 persen, dan manufaktur 0,43 persen.
Saham UNTR menjadi primadona investor sehingga membuat harganya melesat Rp1.150, diikuti oleh penguatan harga saham ITMG Rp950, INTP Rp800, LPPF Rp150, dan INDY Rp130.
Sebaliknya, harga saham TPIA terkoreksi Rp225, UNVR Rp225, ICBP Rp175, INDF Rp125, dan PGAS Rp85.
Dari pasar uang, nilai tukar rupiah melemah seharian terhadap dolar AS. Pada perdagangan pukul 16.39 WIB, dollar AS bergerak mengat 7 poin (0,05%) ke level Rp14.370 per dolar AS.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya