Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Bank Sentral Arab Saudi belum memberikan arahan pembekuan rekening mencurigakan milik pekerja asing. Salah satu ciri rekening yang mencurigakan yaitu memiliki nilai transaksi melebihi pendapatan mereka.
Demikian disampaikan Sekretaris Jenderal Komite Media dan Kesadaran Perbankan Biro Investigasi dan Pengadilan Kementerian Dalam Negeri, Talat Hafiz, seperti dikutip dari Arab News, Selasa, 2 September 2014.
Para pengamat perbankan juga menyangkal adanya laporan bahwa Saudi Arabian Monetary Agency (SAMA) telah mengerahkan bank-bank lokal untuk membekukan rekening mencurigakan yang dimiliki pekerja asing.
" Rekening bank biasanya dibekukan oleh bank-bank atas perintah dan koordinasi yang dikeluarkan SAMA karena merupakan badan pengawas yang bertugas menangani isu-isu yang berkaitan dengan pencucian uang, terorisme, dan masalah keamanan lainnya," ujarnya.
" Pembekuan rekening bank memerlukan peraturan dan aturan yang ditetapkan oleh sistem pemerintahan. Sistem ini tidak membedakan antara warga negara, penduduk, atau badan hukum, baik instansi atau perusahaan. SAMA tidak mengeluarkan instruksi langsung kepada bank untuk menyita atau membekukan rekening," jelasnya.
" Perannya bukan pada eksekutif. Bank bertugas memverifikasi data, sumber uang, dan transaksi yang disediakan oleh pelanggan mereka," tambahnya.
Dia mengatakan bank memiliki hak untuk memastikan keakuratan daya dan legalitas uang. Bank memiliki berbagai unit yang ditugaskan untuk memberantas tindakan pencucian uang, pembiayaan kegiatan terorisme, dan bentuk lain dalam penipuan melalui sektor keuangan.
Dalam memantau transaksi yang mencurigakan, hukum anti pencucian uang yang berlaku tidak akan membedakan pemegang rekening apakah warga negara asli maupun asing.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya