Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bandara Internasional Ngurah Rai Ditutup Karena Debu Vulkanik Gunung Agung.
Dream – Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan (LPPNPI/AirNav Indonesia) mengeluarkan Notice to Airmen (Notam) No. A4242/17 tentang penutupan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali.
Bandara internasional ini ditutup sementara mulai Senin pagi, 27 November 2017 pukul 07.15 WITA. Penyebab penutupan bandara ini adalah debu vulkanik Gunung Agung.
" Abu vulkanik Gunung Agung telah menutup ruang udara di atas Denpasar. Karena alasan keselamatan ruang udara tidak dapat digunakan sehingga operasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Denpasar ditutup sementara,” kata Direktur Operasi AirNav Indonesia, Wisnu Darjono, di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream.
Wisnu mengatakan, pada Notam itu, penutupan berlangsung hingga pukul 07.00 WITA besok, Selasa 28 November 2017.
“ Akan tetapi, perkembangan situasi terkini dan update informasi dari pihak-pihak terkait sepert BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisikadan PVBMG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Badan Geologi) akan selalu kami perbarui kepada para stakeholder penerbangan melalui Notam terbaru,” kata dia.
Penerbangan domestik dan internasional terkena dampak penutupan Bandara Internasional Ngurah Rai. Penerbangan tujuan Denpasar yang tengah mengudara saat ini akan dialihkan ke bandara-bandara terdekat, seperti Jakarta, Makassar, atau Surabaya.
“ (Menurut) Data yang masuk sementara ini, terdapat tujuh penerbangan yang dialihkan,” kata dia.
Ketujuh penerbangan itu adalah Garuda Indonesia GA 5150 Zhengzou-Denpasar dialihkan ke Surabaya, GA 897 Guangzhou-Denpasar dialihkan ke Surabaya, GA 859 Shanghai-Denpasar dialihkan ke Jakarta, China Easter MU 5029 Shanghai-Denpasar dialihkan ke Jakarta, MU 781 Beijing-Denpasar dialihkan ke Singapura, Citilink CTV 856 Jakarta-Denpasar dialihkan ke Surabaya, serta Lion Air JT927 Makassar-Denpasar dialihkan ke Surabaya.
Wisnu mengatakan pemangku kepentingan di lapangan terus berkoordinasi dan bersinergi dalam menangani kondisi ini.
“ Kami terus meningkatkan kerja sama dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk meminimalisir dampaknya terhadap konektivitas di ruang udara Indonesia. Kami juga memohon doa dari seluruh masyarakat Indonesia khususnya untuk seluruh personel yang tengah bertugas menangani kondisi saat ini dan situasi Gunung Agung dapat segera kondusif,” kata dia. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya