Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Wakil Presiden Indonesia M Jusuf Kalla (JK) mengimbau para pengusaha untuk tidak takut menghadapi era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang segera akan diberlakukan. Menurutnya, justru pemberlakuan MEA bisa menjadi peluang lebih besar bagi Indonesia daripada negara ASEAN lain.
" Apa yang perlu dikhawatirkan dengan MEA. Kekuatan kita jumlah penduduk banyak, dan usianya sangat produktif. Itu yang orang sebut sebagai bonus demografi," kata JK saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) Kadin VII di Hotel Trans Luxury, Bandung, Jawa Barat pada Senin, 23 November 2015.
Seperti dikutip dari laman situs Kementerian Tenaga Kerja, JK menambahkan, keunggulan bonus demografi yang besar ini, belum banyak dimiliki oleh negara-negara lain. Selain mampu menjadi modal membangun sektor industri yang efisien, Indonesia bisa menjadi pasar paling menggiurkan di kawasan Asia Tenggara.
" Beda dengan Korea, Singapura, Jepang yang penduduk tuanya lebih banyak. Dan dibanding negara ASEAN lain, penduduk kita paling besar," ujar JK.
Menurutnya, negara industri seperti Tiongkok, ke depan akan lebih giat mencari negara berkembang seperti Indonesia, sebagai mitra bisnis karena biaya tenaga kerjanya masih terjangkau.
Belum lagi ada bonus pasar yang besar dan sumber daya alam yang masih melimpah sehingga Indonesia memiliki daya pikat tersendiri.
" Di China ekspor, kita lambat karena pasar mereka turun. Mereka juga lagi cari pasar dan tempat produksi yang efisien. Penduduk dan resources kita besar," pungkasnya. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya