Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Kenaikan gaji Pembantu Rumah Tangga (PRT) di Arab Saudi sekitar 15 persen dalam 6 bulan terakhir membuat gusar para majikan. Hal ini disebabkan banyaknya tenaga kerja ilegal yang mendorong kenaikan harga itu.
Pemilik rumah saat ini menggaji PRT dengan bayaran SR 120 atau Rp 400 ribu per hari. Jumlah ini sudah meningkat signifikan dari sebelumnya sebesar SR50. Beberapa keluarga akhirnya mulai melirik pasar gelap tenaga kerja untuk mendapatkan PRT yang mau dibayar murah.
" Kami tidak mampu merekrut PRT dengan biaya visa sekitar SR 25 ribu," ujar salah seorang pemilik rumah seperti dikutip dari Arab News.
Visa untuk pekerja Filipina seharga SR 16 ribu atau naik dari biaya tahun lalu yang sebesar SR 10 ribu. Visa untuk pekerja Sri Lanka melonjak tajam dari SR 6 ribu menjadi SR 24 ribu.
Aturan ini memaksa pemilik rumah untuk melanggar aturan.
" Saya mulai mempekerjakan pekerja ilegal. Itupun dia meminta gaji SR 120 per hari bukan sebesar gaji normalnya yaitu SR 60," keluhnya.
Salah satu guru sekolah negeri, Suad Khaled mengaku dia dan suaminya tidak mampu merekrut pekerja asing yang legal, meskipun suaminya bisa dikatakan cukup sukses karirnya di perusahaan swasta.
" Selain biaya visa, proses perekrutan PRT legal ini memakan waktu berbulan-bulan," ujarnya.
Namun, Khaled sepakat untuk merekrut pekerja ilegal dengan gaji bulanan sebesar SR 1.300.
" Besaran gaji ini termasuk tinggi, tetapi saya tidak memiliki pilihan lain di tengah kenaikan harga tersebut," ujarnya.
Kepala Komite Rekrutmen Kamar Dagang dan Industri Jeddah Yehya Al-Makboul menyatakan keniakna gaji PRT ini disebabkan banyak faktor seperti tingginya permintaan, peraturan dari negara asal, dan intervensi agen perekrutan.
Al Makboul menekankan perlunya memperkuat sistem visa dan mengurangi permintaan PRT dari luar negeri, khususnya negara-negara yang terkait dengan perjanjian seperti India, Vietnam, dan Indonesia.
Sementara itu anggota komite lain Ali Al Qurashi mengatakan kenaikan harga itu karena kurangnya pekerja hukum.
" saya menyarankan agar Kementerian Tenaga Kerja membuka beberapa model alternatif perekrutan seperti untuk Indonesia, Kenya, dan Nepal dan tidak membiarkan kantor perekrutan eksternal menangani masalah ini," tandasnya. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya