Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Hati-hati Ketika Bertransaksi Dengan Kartu Bank, Sahabat Dream. (Foto: Shutterstock)
Dream – Tak hanya kasus penggunaan data Facebook, selama ini masyarakat mengenal adanya istilah jual beli data nasabah. Semakin mengkhawatirkan karena praktik ilegal tersebut dilakukan melalui sebuah situs.
Mendengar masalah ini masyarakat tentu menjadi was-was akan keamanan data nasabah pribadi yang tersimpan di bank.
Perlu diketahui, praktik jual beli ini sangat merugikan nasabah. Data yang jatuh ke oknum tak bertanggung jawab, akan bisa disalahgunakan, contohnya untuk membobol kartu kredit.
Ketika hal ini terjadi, nasabah tiba-tiba mendapatkan kejutan berupa tagihan yang tiba-tiba membengkak.
Ada beragam penyebab data nasabah bisa bocor dan berujung kepada praktik jual beli data nasabah. Salah satunya menggesek kartu dua kali atau double swipe saat bertransaksi di merchant. Harusnya kartu kredit atau debit hanya digesek sekali di mesin electronic data capture (EDC) dan tak perlu digesek di mesin kasir. Penyebab lainnya adalah kebocoran data nasabah ketika berbelanja di situs perdagangan online.
Aduh, harus bagaimana, dong?
Biar tetap tenang, kamu harus menyimak tips-tips berikut.
© Dream
Berbelanja online memang memiliki beragam keunggulan daripada berbelanja dengan cara konvensional, terlebih untuk kamu yang super sibuk. Sayangnya, belanja online juga punya banyak kelemahan, termasuk rentan kebocoran data.
Buat kamu yang sering menggunakan kartu kredit ketika berbelanja online, sebaiknya memastikan dulu tempat berbelanja memiliki reputasi baik. Salah satunya mencari ikon gembok kecil sebagai tanda situs itu aman. Lalu, amati tambahan huruf di alamat URL. Situs online yang terjamin keamanannya adalah situs yang berawalan https://, bukan http://.
© Dream
Sebaiknya kamu lebih teliti melihat catatan transaksi dan tagihan perbankan. Ada baiknya menyimpan atau mencatat bukti transaksi kartu kredit atau kartu debit.
Jika ada yang mencurigakan, sebaiknya langsung menghubungi call center bank agar bisa ditelusuri lebih lanjut.
© Dream
Jika ada seseorang yang menghubungi kamu dan mengaku dari bank, lalu meminta informasi pribadi, kamu harus curiga. Sebab, data-data yang diminta ini sifatnya rahasia.
Jangan pernah pula memberitahukan nomor rekening atau PIN kartu kredit dan ATM kepada orang lain. Apalagi, nomor telepon yang menghubungi kamu itu tidak meyakinkan, misalnya dengan nomor telepon pribadi.
© Dream
Kalau kamu bertransanksi, awasi betul kasirnya. Perhatikan baik-baik prosesnya agar tidak terjadi penggesekan kartu sebanyak dua kali.
Pastikan juga kartu hanya dilakukan di mesin EDC. Jangan sampai kasir menggesek lagi di mesin kasir.
Kalau kamu sering menggunkan telepon pintar dan laptop untuk transaksi perbankan, mulailah berhati-hati. Ubah pengaturah akun bank yang tersimpan di ponsel agar tidak terotorisasi PIN. Untuk laptop, pastikan juga kamu menggunakan pengamanan berupa password agar tidak sembarang orang bisa mengakses data.
Hal-hal ini akan membantu mengamankan datamu ketika kamu jadi korban pencurian HP atau laptop. Bayangkan akibatnya kalau kamu sembarangan alais tidak melindungi data-data dengan baik.
© Dream
Jangan sepelekan masalah PIN kartu kredit atau ATM. Untuk keamanan jangka panjang, hindari menggunakan PIN yang berasal dari tanggal lahir. Ini akan mudah terlacak oleh pihak-pihak yang berniat jahat kepadamu.
Kalau belum mengganti PIN kartu kredit atau kartu ATM, usahakan menggantinya secara berkala. Jangan juga mencatat PIN kartu kredit atau ATM di ponsel karena mudah diketahui oleh orang lain.
Sumber: Cek Aja.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya