Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Konon, Uang Bisa Merusak Pernikahan. (Foto: Shutterstock)
Dream – Ada pandangan yang menilai uang bisa menimbulkan konflik dan kemarahan di dalam pernikahan. Bahkan, uang bisa memicu perceraian.
Benarkah pandangan itu?
Dilansir dari Business Insider, Rabu 12 Desember 2017, pakar financial mengatakan, uang bisa menjadi sumber masalah dalam pernikahan.
Bukan karena dari banyak atau sedikitnya yang dikeluarkan pasangan atau rekening bank rahasia, melainkan cara pasangan berinteraksi tentang uang.
Pakar finansial dari The Gottman Institute, Michael McNulty, menyebut sebuah pernikahan yang sukses berawal dari komunikasi yang sukses. Dalam hal ini, uang bisa menjadi masalah jika dikaitkan dengan nilai yang lain. Misalnya kejujuran dan kepercayaan terhadap pasangan.
“ Jika orang tak saling percaya satu sama lain seputar uang, kemungkinan besar mereka tidak bisa saling percaya tentang banyak hal. Karena uang adalah hal mendasar dalam sebuah hubungan,” kata McNulty kepada Business Insider.
Dia menyarankan pasangan untuk membiasakan diri terbuka dan jujur terhadap keuangan pasangan. McNulty juga mendorong pasangan untuk berdiskusi jika ada masalah keuangan. Pasangan juga disarankan untuk mengadakan pertemuan rutin untuk berbicara tentang uang.
“ Jika ada masalah keuangan, kita harus bekerja keras untuk membicarakannya. Biasanya pertemuan mingguan ini membantu kita membicarakannya,” kata dia.
Dengan pertemuan ini, lanjut McNulty, pasangan bisa mengetahui sejarah keuangan yang dimiliki partner-nya. Apakah dia pernah ditipu, apakah dia boros, atau sudah tepatkan penanganan jika yang bersangkutan mengalami kesulitan finansial.
“ Jika Anda sering mendapatkan cerita itu, cara ini bisa mempermudah pasangan untuk saling memahami,” kata dia. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya