Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Seperti Apa Pembayaran Yang Akan Menjadi Tren 2018?
Dream – Satu generasi yang lalu, orang datang ke pusat perbelanjaan dan membayar belanjaan dengan uang tunai. Tak jarang dompet mereka tebal karena berisi setumpuk uang kertas.
Seiring pesatnya perkembangan teknologi, metode belanja dan pembayaran pun berubah. Tren transaksi tunai pelan-pelan mulai ditinggalkan
Pada 1990, Grup Alibaba dan eBay memperkenalkan mekanisme yang benar-benar baru dalam berbelanja melalui sistem online kepada konsumen. Belanja online kemudian tumbuh pesat seiring dengan menjamurnya pengguna smartphone.
Dikutip dari Euro Monitor, Rabu, 29 November 2017, ada tiga metode pembayaran yang diprediksi ngetren pada 2018.
Teknologi Pembayaran Baru nan Unik
Perdagangan elektronik kini tak melulu dari komputer atau smartphone. Teknologi pembayaran pun bermunculan.
Kini, masyarakat bisa menggunakan teknologi seperti sensor untuk melakukan pembayaran. Bahkan, Mastercard mengeluarkan teknologi canggih agar konsumen bisa “menempatkan” kartu banknya di piranti elektronik.
Dengan begitu, konsumen bisa mengontrol penggunaan kartu kredit atau debit mereka. Tak hanya itu, masyarakat juga bisa menonaktifkan atau mengatur pengeluaran di gadget.
“Kami menyediakan konsumen dengan berbagai piranti yang dibutuhkan di era internet,” kata Senior Vice President Mastercad, Kiki Del Valle.
Pembayaran dengan Teknologi Artificial Intelligence
Kecerdasan buatan ini mengubah banyak industri dalam dekade berikutnya. Petinggi Amazon Web Services, Matt Wood, mengatakan pihaknya menggunakan artificial intelligence (AI) untuk menginformasikan keputusan dari pemenuhan dan logistik untuk mencegah kecurangan.
Capital One juga melakukan langkah serupa. Perusahaan ini memasang chatbots yang memungkinkan konsumen menanyakan hal-hal dasar seperti status saldo dan transfer antar akun.
Dompet Elektronik dari Tiongkok
Penggunaan dompet elektronik seperti Alipay dan WeChat untuk pembayaran tengah menjamur di Tiongkok. Dompet elektronik ini mendukung banyak transaksi di sana.
kini, dua dompet elektronik ini telah “melanglang buana” seiring dengan banyaknya turis Tiongkok yang bepergian ke luar negeri.
Euro Monitor memperkirakan masyarakat Tiongkok mengambil 225 juta perjalanan internasional pada 2030. Selama periode 2016-2030, pertumbuhan perjalanan ke luar negeri warga Tiongkok mencapai 7,3 persen.
Alipay kini memiliki 520 juta pengguna aktif dan mempersilakan pembayaran dengan 27 mata uang di 30 negara. "Aplikasi ini mempersilakan konsumen Tiongkok membayar dengan metode yang mereka kenal,” kata Presiden Alipay di Amerika Utara, Souheil Badran.
Kini, Alipay bekerja sama dengan beberapa provider pembayaran, seperti First Data, Verifone, Payworks, dan Stripe untuk pembayaran di luar Tiongkok.
Advertisement

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya


Kenapa Ada Orang Suka Sayur Pahit, tetapi Ada yang Tak Tahan Bau Ketumbar? Ini Penjelasan Sains

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya