Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bin Ladin Group Mendapat Pembayaran Utang Dari Pemerintah Sebesar Rp8,54 Triliun.
Dream – Setelah sekian lama keuangan seret, Saudi Binladin Group sedikit bisa “ bernapas”. Korporasi raksasa asal Saudi ini baru mendapatkan pembayaran dari kerajaan Arab Saudi sebesar 2,4 miliar riyal (Rp8,54 triliun) untuk proyek pemerintah.
Dilansir dari Arabian Business, Senin 20 Februari 2017, selain membayar utang, pembayaran ini juga berfungsi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Arab Saudi.
Uang yang diterima Bin Ladin Group ini merupakan pembayaran proyek pemerintah tahun ini, yaitu Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah. Hal ini diungkapkan oleh seorang bankir yang tidak disebutkan namanya itu.
Sumber kedua mengatakan rencananya pemerintah akan membayar utang kepada kontraktor terbesar di Saudi sebesar 3,1 miliar riyal (Rp11,04 triliun) mulai tahun ini. “ Pembayaran utang pemerintah kepada kontraktor mulai dibayarkan,” kata dia.
Sumber lainnya mengatakan pemerintah Arab Saudi masih belum bisa melunasi utang kepada sektor konstruksi Saudi.
Menanggapi kabar tersebut, Kementerian Keuangan Arab Saudi dan juru bicara Bin Ladin Group tidak memberikan tanggapan.
Sekadar informasi, pemerintah Arab Saudi mengencangkan ikat pinggang akibat anjloknya harga minyak. Mereka menunda pembayaran proyek pemerintah kepada kontraktor. Sektor pembangunan di negara ini pun paling terdampak. Situasi ini mulai membaik setelah pemerintah Arab Saudi merilis obligasi global sebesar US$17,5 miliar (Rp223,75 triliun) pada akhir tahun 2016.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya