Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Indeks Syariah Gagal Mempertahankan Kinerja Positifnya.
Dream - Indeks syariah ditutup melemah pada perdagangan hari ini, Senin, 20 Februari 2017. Pelemahan kinerja industri ini didorong oleh terkoreksinya indeks industri dasar dan properti.
Market Amerika Serikat yang libur juga membuat laju Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII) fluktuatif. Namun tekanan jual jelang penutupan memaksa keduanya menutup perdagangan awal pekan di zona merah.
Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks ISSI turun tipis 0,065 poin (0,04%) ke level 174,118. Indeks ISSI sebetulnya memulai sesi perdagnagan dengan menguat ke level 174,352.
Laju naik turun indeks juga dialami saham-saham bluechip syariah. Indeks JII menutup perdagangan dengan melemah 0,874 poin (0,13%) ke level 694.664. Padahal, indeks ini menguat di level 696,801 pada pembukaan perdagangan.
Transaksi perdagangan saham syariah turun drastis di awal pekan ini. Dengan volume mencapai 75,11 miliar, nilai transaksi perdagangan saham syariah kali ini hanya mencapai Rp2,7 triliun. Turun tajam dari penutupan akhir pekan lalu sebesar Rp 4,39 triliun.
Berkurangnya transaksi jual saham syariah juga membuat nett sell asing kali ini berkurang signifikan. Nett sell asing pada saham-saham syariah mencapai Rp 246 miliar, dari sebelumnya Rp 559 miliar.
Indeks ISSI sebetulnya didominasi saham-saham yang bergerak menguat. Tercatat 110 emiten ISSI ditutup menguat. Sementara aksi jual investor hanya menyeret 87 emiten syariah. Namun koreksi saham ini didominasi bluechips syariah sebanyak 15 emiten.
Indeks pertambangan melesat cukup tinggi usai menguat 1,39 persen, diikuti industri aneka 0,70 persen.
Sebaliknya, sektor industri dasar, properti, konsumer melemah. Sektor industri turun 0,52 persen, properti 0.43 persen, dan barang konsumsi 0,42 persen.
Saham bluechip syariah pencetak top gainer hari ini adalah UNTR yang harga sahamnya naik Rp550, PTBA Rp425, INDF Rp125, ASII Rp50, dan ADRO Rp35.
Sebaliknya, saham bluechip top loser-nya adalah UNVR yang harga sahamnya terkoreksi Rp500, AKRA Rp300, INTP Rp125, SMGR Rp75, dan PGAS Rp70.
Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bertahan stagnan di level Rp13.347 per dolar AS.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya