Sering Menahan Diri untuk Bicara? Kebiasaan Ini Bisa Diam-Diam Merusak Hubungan
Suka Membaca Buku? Kebiasaan Ini Bisa Turunkan Risiko Alzheimer Hingga 33 Persen Lebih Rendah
9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes
Dengarkan Musik yang Tenang Saat Makan, Studi Ungkap Pengaruhnya pada Pilihan Makanan
3 Kebiasaan Olahraga yang Sebaiknya Mulai Dilakukan Saat Usia Paruh Baya agar Tetap Bugar
Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Foto: Pixabay.com
Dream - Lygend Resources & Technology, perusahaan perdagangan bijih nikel terbesar di China, meluncurkan IPO di Hong Kong.
Dikutip dari laman Forbes, Rabu 23 November 2022, perusahaan ini berupaya mengumpulkan hingga HK$4,6 miliar atau sekitar Rp9,3 triliun.
Jika usaha itu berhasil, miliarder di China akan bertambah. Selama ini, Negeri Tirai Bambu sudah menjadi rumah bagi miliarder terbesar ke dua di dunia, setelah Amerika Serikat.
Menurut prospektus, Lygend berusaha menjual 232,5 juta saham masing-masing hingga HK$19,96.
Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membiayai proyek di Indonesia dan usaha patungan dengan CATL, pemasok baterai kendaraan listrik terbesar di dunia.
Sosok yang akan menuai untung dari aksi korporasi ini adalah Cai Jianyong. Bos Lygend, Cai Jianyong secara langsung memiliki 416,7 juta saham, bersama dengan 88 persen dari Lygend Investment, yang memegang 507 juta saham.
Ini belum termasuk 30,8 juta saham yang dimiliki oleh istrinya. Alhasil, kepemilikan Cai atas 862,9 juta saham akan bernilai setara dengan US$ 2,2 miliar.
Setelah IPO, saham Lygend yang berkantor pusat di Ningbo diharapkan 3 persen dimiliki oleh CATL, yang secara resmi dikenal sebagai Contemporary Amperex Technology.
Setelahnya ada Ketua Robin Zeng yang berada di peringkat ketiga dalam Daftar Orang Terkaya China Forbes 2022 yang dirilis awal bulan ini. Dia berhasil mengumpulkan kekayaan mencapai US$28,9 miliar.

Sebagai informasi, China telah menyumbang 78 persen dari pendapatan Lygend. Adapun Korea Selatan 10 persen dan Indonesia 6,7 persen.
Selain itu, sekitar 43 persen produknya digunakan oleh industri EV. Pendapatan dalam enam bulan pertama tahun 2022 meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi 10 miliar yuan dari 4 miliar tahun sebelumnya.
Advertisement

Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang

5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya

Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya

Sering Menahan Diri untuk Bicara? Kebiasaan Ini Bisa Diam-Diam Merusak Hubungan

Suka Membaca Buku? Kebiasaan Ini Bisa Turunkan Risiko Alzheimer Hingga 33 Persen Lebih Rendah

9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes