Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://ANTARAfoto.com)
Dream - Tekanan jual pada perdagangan kemarin masih berlanjut pagi ini. Sebagian besar indeks acuan saham mengawali transaksi dari zona merah. Kondisi semakin berat karena pemodal asing langsung tancap gas melepas portofolionya.
Investor tampaknya merespon proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang baru dikeluarkan Bank Indonesia. Ekonomi Indonesia tahun ini diproyeksikan tumbuh 5,1 persen, lebih rendah dari perkiraan sebelumnya.
Pada pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat, 29 Mei 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dibuka melemah 0,224 poin ke level 168,046.
Hingga delapan menit waktu perdagangan, ISSI masih bergerak fluktuatif. ISSI sempat menembus zona hijau ke level tertinggi 168,882.
Aksi beli investor telah mendorong 46 emiten syariah masuk zona hijau. Sebaliknya, 30 penghuni ISSI masih tertekan aksi jual dan 54 lainnya stagnan.
Transaksi perdagangan di awal sesi relatif minim dengan hanya mencetak angka Rp 168,37 miliar. Sebayak 1,66 miliar saham terlah berpindahtangan.
Pembukaan di zona merah juga masih melanda saham-saham bluechips syariah. Jakarta Islamic Index (JII) dibuka melemah 1,383 poin ke level 705,772.
Namun reaksi pasar yang beragam membuat JII melaju di dua jalur. Hingga 12 menit waktu perdagangan, JII sudah menguat 1,407 poin (0,20%) ke lebel 708,562.
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ada perdagangan preopening turun tipis 7,086 poin (0,14%) ke level 5.230,315.
Laju IHSG belum berubah di sesi pembukaan setelah muncul koreksi tipis 4,447 poin (0,08%) ke level 5.232,954.
Dari pasar keuangan, kurs rupiah sedkit menunjukan harapan. Rupiah yang dibuka menguat saat ini bertengger di level 13.195 per dolar AS atau menguat 28 poin (0,21%).
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya