Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Bumn.go
Dream - Tidak mudah mengemban jabatan penting di usia muda. Minimnya pengalaman selalu menjadi alasan orang yang meragukan kemampuan si anak bawang. Begitulah yang dirasakan Laily Prihatiningtyas, Direktur Utama PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko (Persero), salah satu perusahaan BUMN.
Namun, perempuan muda berhijab itu tidak mempersoalkan tanggapan orang kepada dirinya. Dia terus bekerja untuk melakukan perbaikan dan perubahan di perusahaan pelat merah itu.
Bagi Laily, jabatan yang didapatnya di usia muda itu adalah motivasi bagi dirinya untuk terus belajar. Tidak hanya belajar menerapkan ilmu yang didapatnya terkait manajeman dan keuangan, tetapi juga belajar hal-hal baru seperti arkeologi dan sosiologi.
" Pengalaman saya ini amat saya syukuri, ini motivasi untuk belajar hal-hal baru. Saya bisa memahami arkeologi, sosiologi, bertemu orang-orang baru, tokoh budayawan, tokoh masyarakat, buruh di tempat wisata," ujarnya kepada Dream, Rabu, 11 Maret 2015.
Menurut Laily, menjadi pemimpin memiliki beban psikologis tersendiri. Apalagi ketika harus membuat suatu kebijakan yang menyangkut kehidupan orang banyak.
" Paling berat itu kewajiban moral terhadap bawahan, di sini ada 1.400 orang pegawai, belum lagi masyarakat dan saya harus membuat kebijakan yang berpengaruh pada kehidupan mereka, itu tentunya sedikit menambah beban psikologis," tegasnya.
Kiprah perempuan 29 tahun ini dalam memimpin PT TWC terbilang cukup gemilang. Pasalnya, sekitar setahun menjabat, dia mampu mencapai target-target perusahaan yang telah ditetapkan pemerintah selaku pemegang saham.
" Saya yakin dalam membuat suatu perubahan besar itu butuh waktu. Dalam satu tahun ini kinerja perusahaan cukup baik. Pada akhir tahun kita mencapai 7% di atas target pemerintah, jika dibandingkan tahun sebelumnya itu di atas 12 persen," tandasnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya