Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://antarafoto.com)
Dream - Munculnya sinyal positif dari kawasan regional mengangkat laju indeks saham acuan Bursa Efek Indonesia (BEI). Meski sempat tertekan aksi jual jelang penutupan, indeks acuan saham syariah akhirnya menutup perdagangan di zona hijau.
Pelaku pasar sempat khawatir dengan aksi pemodal asing yang semakin besar menarik investasinya di BEI. Nett sell asing mencapai Rp 507 miliar, atau naik hampir dua kali lipat.
Pada penutupan perdagangan BEI, Jakarta, Selasa, 10 Maret 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menguat tipis 0,273 poin (0,16%) ke level 173,829.
ISSI mengawali perdagangan dengan melemah ke level 173,255 dan sempat anjlok ke posisi terendah 172,024.
Penguatan ISSI terbantu menguatnya harga saham dari 89 emiten syariah. Berbeda satu emiten, sebanyak 88 emiten syariah bergerak melemah.
Transaksi perdagangan saham syariah mencapai Rp 4,12 triliun dengan 36,64 miliar saham yang beralihtangan.
Laju positif juga melanda saham-saham bluechips syariah yang berhasil menutup perdagangan di zona hijau.
Indeks Jakarta Islamic Index (JII) menutup perdagangan dengan menguat 1,196 poin (0,17%) ke level 725,845. Penguatan terbantu naiknya harga saham dari 13 emiten unggulan syariah.
Dengan jumlah sayang sama, 13 emiten bluechips syariah lain masih tertinggal di zona merah. Sementara 4 lainnya memilih stagnan.
Sama dengan ISSI, indeks berisi 30 saham bluechips syariah ini juga memulai perdagangan dengan melemah ke level 722,842. Adanya aksi jual investor sempat mendorong JII ke level terendah 716,880.
Adanya sinyal positif dari bursa regional membuat pelaku pasar mulai berspekulasi mengoleksi saham-saham yang telah terdiskon. Alhasil, JII kembali menguat dan mencetak level tertinggi di 727,607.
Pelaku pasar mentransaksikan 8,51 milair saham dengan dana berputar hingga Rp 2,57 triliun.
Sepanjang hari ini, lantai bursa saham Indonesia diguyur dana hingga Rp 6,05 triliun. Dana itu berasal dari jual beli 75,36 miliar saham.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sore ini menutup perdagangan dengan menguat 18,294 poin (0,34%) ke level 5.462,928. IHSG sebetulnya sempat menyentuh level tertinggi di 5.471,282.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya