Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Indonesia menduduk peringkat kedua di jajaran negara muslim paling potensial untuk investasi. Namun Indonesia kembali harus mengakui keunggulan Malaysia yang bertengger di posisi puncak.
Mengutip laporan 2015 Islamic Growth Markets Investment Index, Indonesia sebetulnya menunjukan pertumbuhan fundamental ekonomi terkuat diantara tiga pemuncak daftar tersebut. Indonesia dinilai unggul dalam hal jumlah populasi dan pertumbuhan PDB.
Namun, Malaysia justru menunjukan pertumbuhan signifikan dalam hal momentum pertumbuhan dan investasi.
Pemeringkatan yang dibuat Thompson Reuters dan Dinard Standard ini menilai aspek ekonomi berdasarkan sembilan pengukuran yang terbagi dalam kategori pertumbuhan fundamental, momentum pertumbuhan, momentum investasi, dan risiko.
Menguntit di belakang Indonesia adalah tiga negara Timur Tengah yang berada di jajaran lima teratas. Ketiga negara Arab itu adalah Uni Emirate Arab, Qatar, dan Arab Saudi.
Sementara Kazakhstan, Mesi, Turki, Maroko, dan Mozambiq berada di posisi 10 besar.
Laporan itu mengungkapkan, potensi investasi di 57 negara anggota Organisasi Kerjasama Negara Islam (OKI) berada di atas rata-rata dunia.
Total PDB dari 57 negara ini ditaksir mencapai US% 6,7 triliun pada 2013 dan akan meningkatn rata-rata 5,4 persen selama 2015-2019. Angka ini lebih baik dari rata-rata pertumbuhan dunia sebesar 3,6 persen dan anggota BRIC 3,9 persen.
" Laporan ini menemukan adanya gap antara peluang investasi yang tersebar di pasar ini dan rantai nilai global negara OKI," ungkap Dinardstandard. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya