Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://antarafoto.com)
Dream - Bursa saham Indonesia belum memiliki tenaga cukup kuat untuk bertahan di zona hijau. Naik tipis di penutupan kemarin, indeks saham acuan Bursa Efek Indonesia (BEI) pagi ini justru dilanda aksi melemah.
Sentimen kenaikan suku bunga The Fed yang membuat Wall Street melemah ditanggapi khawatir pelaku pasar. Alhasil, pemodal asing untuk sementara menahan aksi beli sahamnya.
Pada pra pembukaan perdagangan BEI, Jakarta, Rabu, 11 Maret 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) kembali melemah 0,669 poin (0,38%) ke level 173,160.
ISSI kembali tak berdaya di sesi pembukaan usai turun 0,704 poin (0,41%) ke level 173,125.
Pelemahan kali ini dipicu koreksi harga saham dari 33 emiten syariah. Tercatat cuma satu emiten syariah yang sanggup meluncur positif.
Mengawali perdagangan, pelaku pasar telah mentransaksikan 107,87 miliar saham bernilai Rp 24,06 miliar.
Sentimen negatif global juga ikut menjatuhkan saham-saham bluechips syariah ke zona merah. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) pagi ini mengawali sesi pra perdagangan dengan koreksi 3,859 poin (0,53%) ke level 721,986.
JII kembali jatuh lebih dalam di sesi pembukaan usai terpangkas 3,886 (0,54%) ke level 721,959.
Pelemahan dua indeks saham syariah ini sejalan dengan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang juga dibuka melemah. IHSG dibuka turun 24,600 poin (0,45%) ke level 5.438,328 di sesi pra pembukaan.
IHSG kembali melemah di sesi pembukaan usai turun 25,032 poin (0,46%) ke lebel 5.437,896
Seluruh indeks sektor saham bergerak melemah dipimpin emiten properti yang terkoreksi 1,17 persen diikuti konsumer 0,97 persen
Sebanyak 42 penghuni lantai bursa lengser ke zona merah dan hanya satu yang bisa beranjak ke zona hijau.
Transaksi perdagangan di awal sesi mencapai 141,33 juta saham bernilai Rp 48,68 miliar. Pemodal asing mencetak nett sell Rp 3,64 miliar.
Dari pasar keuangan, nilai tukar rupiah semakin terpuruk. Pagi ini rupiah terdepresiasi 32 poin ke level 13.115 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya