Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Status sebagai kota besar tak selamanya menyenangkan. Tengok saja para pekerja asing di Uni Emirat Arab (UEA). Dilaporkan sekitar separuh ekspatriat di UEA mempertimbangkan untuk meninggalkan negara ini karena biaya hidup yang terus meningkat.
Survei terbaru YouGov untuk harian The National yang mencoba mengungkap kebiasaan menabung warga Emirat dan ekspatriat menemukan bahwa 42 persen mengaku telah memperbaiki kebutuhan keuangan dalam beberapa tahun terakhir.
Namun survei ini juga menemukan jika 50 persen dari pekerja asing berencana meninggalkan UEA karena biaya hidup di negara itu semakin mencekik.
" Mayoritas pekerja asing menganggap gaji dan kemampuan bisa menabung sebagai faktor penting mengapa mereka tertarik bekerja di UEA," kata Alaeddine Ghazouani, manajer riset di YouGov kepada The National seperti dikutip Dream, Selasa, 10 Maret 2015..
Dari 1104 responden, tercatat 56 persen diantaranya mengaku biaya sewa rumah merupakan dampak faktor yang paling menekan kemampuan keuangannya. Sementara 13 persen lainnya menganggap biaya pendidikan di UEA terlewat mahal.
Sebanyak 56 persen mengaku agak sulit untuk menyiasati terus meningkatnya biaya hidup di UEA. Sementara 40 persen mengatakan sulit dan 16 persen lainnya sudah tak bisa lagi menyiasati kondisi yang ada.
Kekhawatiran bagi ekspatriat saat bekerja dan tinggal di UEA adalah biaya hidup (22 persen), harga sewa tempat tinggal mahal (19 persen), tidak bisa menabung (15 persen) dan menjadi pengangguran (12 persen).
Mengirimkan uang ke kampung halaman adalah sesuatu yang biasa terjadi di kalangan ekspatriat. Sekitar 86 persen dari mereka mengirim uang ke kampung halaman dan 40 persen melakukannya paling tidak sekali dalam sebulan.
Untuk masalah kepuasan pekerjaan, 74 persen menyatakan senang dengan karir mereka saat ini, terutama yang menerima kenaikan gaji pada tahun sebelumnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya