Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Indeks Syariah Dan Rupiah Kinclong Akhir Pekan.
Dream - Indeks acuan bursa saham Indonesia, IHSG, akhirnya kembali menembus level 6.000. Aksi pemodal yang kembali ke lantai bursa mendorong sejumlah indeks acuan saham bergerak menguat.
Tiga indeks acuan saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) tak ingin ketinggalan aksi beli investor dengan sebagian besar bergerak menguat seharian. Sentimen penguatan kurs rupiah terhadap dollar AS turun menambah daya dorong indeks.
Pada penutupan perdagangan harian BEI, Jumat 27 Juli 2018, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), terangkat 1,645 poin (0,93%) ke level 179,308. ISSI menguat sepanjang sesi perdagangan setelah dibuka naik ke level 177,793 dengan level tertinggi di 179,308.
Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII), sempat mengalami tekanan saat terpeleset ke zona merah. Namun menguatnya harga saham dari 17 bluechips syariah membawa JII menutup perdagangan dengan menguat 7,784 poin (1,17%) ke level 671,776.
Sementara laju Indeks JII70 lebih mulus dengan menanjak sepanjang hari. Indeks acuan saham bluechips syariah baru ini ditutup menguat 2,599 poin (1,17%) ke level 223,974.
Meski menguat, aksi jual beli pelaku pasar cenderung bergerak menurun. Hingga sesi paska-penutupan perdagangan, nilai transaksi saham syariah hanya menembus Rp3,56 triliun dari 45,65 miliar lembar saham yang berpindah tangan.
pemodal asing jelang akhir pekan ini justru berbalik arah dengan berburu saham-saham syariah. Asing mencatat nett buy senilai Rp 115 miliar.
Kali ini, investor lebih tertarik untuk menanamkan sahamnya di sektor industri aneka yang meroket 3,66 persen, disusul pertambangan 1,93 persen, manufaktur 1,4 persen, dan 1,26 persen.
Hanya ada satu indeks yang terkoreksi, yaitu pertanian sebesar 0,93 persen.
Emiten bluechip syariah pencetak top gainer kali ini adalah ITMG yang mengaut Rp875. Disusul UNTR yang naik Rp475, UNVR Rp400, ASII Rp300, INCO Rp180.
Top losser indeks JII diuni Saham INTP yang terpangkas Rp300, INDF Rp100, LPPF Rp100, TPIA Rp70, dan ICBP Rp50.
Sentimen positif tak hanya terjadi di pasar modal, tetapi juga pasar uang. Rupiah " menendang" dolar AS dari level Rp14.400. Hingga sore ini, rupiah menguat 132 poin (0,91%) ke level Rp14.329 per dolar AS. Rupiah menyentuh titik tertinggi di Rp14.327 per dolar AS.
Namun data perdagangan Bank Indonesia justru mencatat kondisi sebaliknya. Data kurs rata-rata Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) mencatat dollar AS menguat ke level Rp14.483.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya