Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Duh, IHSG Dan Indeks Syariah Terjun Bebas Hari Ini.
Dream - Lantai bursa saham Indonesia dilanda kepanikan. Nilai tukar dollar AS yang nyaris menyentuh Rp15.000 akibat sentimen krisis Turki dan Argentina membuat pelaku pasar menghindar bursa saham nasional.
Kondisi ini membuat sejumlah indeks acuan saham berguguran. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bahkan sampai rontok di atas 3 persen.
Koreksi dalam juga dialami tiga indeks acuan saham syariah. Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu 5 September 2018, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), rontok sampai 6,808 poin (3,9%) ke level 167,642.
Sentimen pelemahan rupiah membuat ISSI langsung ambruk di awal perdagangan. ISSI memerah di level 173,516 dan tiarap di zona merah sepanjang hari.
Indeks bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII) bahkan anjlok lebih dalam. Indeks berisi 30 emiten unggulan syariah ini terperosok sampai 29,887 poin (4,65%) ke level 612,564.
Indeks JII70 juga tergelincir 9,845 poin (4,6%) ke level 204,228. Sementara IHSG nyungsep 221,800 poin (3,76%) ke level 5.683,501.
Melihat pasar yang panik, investor ogah membeli saham syariah. Mereka lebih sering melepas saham. Alhasil harga 280 saham syariah melorot.
Tercatat perdagangan kali ini mencapai Rp4,72 triliun dari 57,31 miliar saham.
Semua saham sektoral terkoreksi tajam. Tak tanggung-tanggung, penurunan indeksnya lebih dari 2 persen. Koreksi terdalam terjadi di sektor barang konsumsi yang merosot sampai 4,17 persen, industri dasar 3,99 persen, dan industri aneka 3,90 persen.
Penurunan saham terendah terjadi di sektor pertanian. Itu pun turun 2,53 persen.
Harga saham emiten bluechip syariah juga tak kalah " mengenaskan" . Semua sahamnya merosot. Penurunan harga terbesar terjadi di harga saham UNVR sebesar Rp2.375, ITMG Rp1.325, dan UNTR Rp1.050.
Hingga sore ini Dolar AS masih enggan beranjak dari posisi Rp14.900. Hingga perdagangan pukul 16.28 WIB, kurs dolar AS mencapai Rp14.912.
Mata uang Paman Sam ini menguat 23 poin (0,15%) dari level pembukaan di Rp14.918. Rupiah sempat menguat tipis di Rp14.915, kemudian terperosok lagi.
Data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia juga mencatat rupiah kembali bergerak melemah. BI melaporkan rata-rata nilai jual dollar AS di sejumlah bank di Indonesia dilepas di harga Rp14.927.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya