7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ilustrasi Ekonomi Syariah.
Dream - Ekonomi Islam memegang peran utama dalam pembangunan, terutama dalam pembangunan berkelanjutan yang dicanangkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Hal ini dikatakan oleh Kepala Keuangan Syariah Standard&Poor's, Mohammad Damak.
Damak mengatakan PBB punya target pembangunan berkelanjutan yang tercantum dalam Agenda 2030 yang berisi 17 target pembangunan berkelanjutan (sustainable development goals/SDG) dan 169 target rata-rata berdasarkan lima pilar, yaitu masyarakat, planet, kemakmuran, perdamaian, dan kerja sama.
" Keuangan syariah bisa memainkan peran dalam pembangunan ini. Beberapa program dalam agenda 2030 sejalan dengan inti konsep keuangan syariah," kata dia di Dubai, dilansir Gulf News, Senin 9 Mei 2016.
Damak mengatakan salah satu prinsip keuangan syariah yang paling kentara adalah larangan riba atau bunga. Keuangan syariah juga tidak menggunakan uang sebagai aset pribadi karena itu tidak berwujud nyata. Dalam keuangan syariah, terdapat juga prinsip laba dan risiko ditanggung oleh nasabah dan bank.
" Meskipun prinsip laba rugi ini tak sepenuhnya diterapkan dalam industri perbankan, kami berpikir industri ini perlahan-lahan mengarah ke aturan ini," kata dia.
Selain itu, lanjut Damak, Islam melarang investasi di sektor usaha haram, seperti industri alkohol, tembakau, senjata, dan produk berbahan daging babi. Tujuan utamanya prinsip-prinsip keuangan ini adalah menciptakan sistem keuangan yang berkelanjutan, adil, dan bisa dipertanggungjawabkan secara sosial.
Di samping itu, Damak mengatakan keuangan Islam juga punya produk-produk yang bisa digunakan untuk melaksanakan program SDG. Sekadar informasi, SDG punya beberapa program untuk mengentaskan kemiskinan di dunia, seperti menekan angka kelaparan dan meningkatkan ketahanan pangan.
Memang, kata dia, pembiayaan untuk dua program ini bisa didapat dari lembaga pembiayaan. Tapi, dalam keuangan Islam, sudah ada prinsip pembiayaan yang bertujuan untuk mengentaskan kemiskinan, yaitu zakat.
" Zakat digunakan untuk manfaat kesejahteraan sosial tanpa harapan pembayaran dan remunerasi," kata Damak.
Ada juga wakaf yang merupakan sumbangan berupa aset maupun uang untuk kepentingan agama atau kemanusiaan tanpa harapan imbalan.
Damak melanjutkan, prinsip berbagi laba rugi, kalau diterapkan, bisa berkontribusi dalam SDG yang berkaitan dengan menekan ketimpangan dan mengurangi dampak negatif dari perubahan ekonomi.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?