Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Raja Salman Membuat Reformasi Dalam Pemerintahannya. Salah Satunya Adalah Reshuffle Kabinet.
Dream - Arab Saudi merombak kabinetnya. Mereka tak ingin perekonomiannya tak bergantung lagi kepada minyak.
Dalam perombakan kabinet kali ini, Raja Salman bin Abdul Aziz mengganti menteri energi dan merestrukturisasi beberapa kementerian.
Dilansir Arabian Business, Senin 9 Mei 2016, penggantian menteri yang paling mencolok adalah penggantian Menteri energi. Pimpinan BUMN minyak Arab Saudi, Khalid al-Falih, ditunjuk untuk menggantikan Menteri ESDM, Ali al-Naimi. Sekadar informasi, Ali menjabat sebagai menteri ESDM Arab Saudi sejak tahun 1995.
Pria berusia 80 tahun ini merupakan pria yang paling berpengaruh di sektor energi karena dia berambisi menjadikan Arab Saudi sebagai negara eksportir terbesar di dunia.
Tak hanya menteri ESDM yang diganti, Raja Salman juga mengganti beberapa petinggi negara lainnya, seperti Majed al-Qusaibi diangkat sebagai Menteri Perdagangan dan Investasi Arab Saudi dan Ahmed al-Kholifey menjadi gubernur baru bank sentral Arab Saudi, Saudi Arabian Monetary Agency (SAMA).
Tawfiq al-Rabeeah, yang semula menteri perdagangan, diangkat sebagai menteri kesehatan dan Suleiman al-Hamdan menjadi menteri perhubungan. Sementara itu, Menteri Keuangan Arab Saudi, Ibrahim Alassaf, tak diganti.
Selain menteri, Raja Salman juga mengganti nama kementeriam, yaitu Kementerian Haji menjadi Kementerian Haji dan Umrah.
Perubahan kabinet ini merupakan tindak lanjut dari Visi 2030, program yang dicanangkan Putera Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman. Dalam visi tersebut, Pangeran Mohammed menargetkan perekonomian Arab Saudi tak bergantung terhadap pendapatan minyak.
Selain itu, visi tersebut memiliki target untuk meningkatkan pendapatan dari haji dan umrah serta konsumsi domestik dengan membangun fasilitas hiburan lebih banyak.
Kementerian Dilebur
Raja Salman juga melebur sejumlah kementerian. Kementerian Sumber Daya Air dan Kelistrikan dimasukkan ke dalam kementerian baru, yaitu Kementerian Lingkungan Hidup, Air, dan Pertanian. Sementara itu, sektor kelistrikan dimasukkan ke dalam Kementerian ESDM. Dia juga melebur Kementerian Tenaga Kerja dan Kementerian Hubungan Sosial menjadi satu lembaga baru, yaitu Komisi Rekreasi dan Kebudayaan.
Pengamat ekonomi dari Jeddah and Geneva-based Gulf Research Centre, John Sfakianakis, menilai perubahan-perubahan ini membantu kerajaan untuk meningkatkan efisiensi subsidi, mengurangi konsumsi energi dan listrik, serta mengintegrasikan kebijakan PLTN dan PLTS.
" Peleburan kabinet imi membuka pintu untuk meningkatkan efisiensi pemerintah," kata Sfakianakis.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya