Dream - Faisal bin Hassan Trad, perwakilan Arab Saudi di Perserikatan Bangsa-Bangsa di Swiss, mengatakan bahwa negara Saudi telah terlibat dalam bidang pembangunan dan bantuan kemanusiaan selama lebih dari empat dekade.
Menurut Faisal, Saudi telah menyumbangkan lebih dari US$ 115 miliar atau sekitar Rp 1.610 triliun ke lebih dari 90 negara selama periode tersebut. Hal itu diungkapkan Faisal dalam sebuah simposium di Jenewa yang dihadiri para pejabat dari King Salman Humanitarian and Relief Center (Ksrelief), sebuah lembaga bantuan kemanusiaan Arab Saudi.
Seperti dikutip dari Arab News, Selasa, 6 Oktober 2015, Faisal menambahkan Ksrelief dibentuk berdasarkan pada nilai-nilai kepedulian dan kebaikan Islam, serta perdamaian, kasih sayang, dan kemanusiaan.
Arab Saudi adalah satu-satunya negara yang segera menanggapi seruan bantuan kemanusiaan yang diluncurkan oleh PBB untuk membantu Yaman dengan memperbesar nilai sumbangan menjadi US$ 274.000.000.
" Saudi juga menandatangani sejumlah perjanjian untuk memperpanjang bantuan makanan dan obat-obatan, di samping kebutuhan lainnya seperti urusan ibu dan anak-anak, dan untuk merehabilitasi lembaga kesehatan di Yaman," kata Faisal.
CEO Ksrelief, Maher Hadraoui, menambahkan meski baru didirikan empat bulan lalu, namun lembaganya sudah menjadi pelopor bagi bantuan kemanusiaan.
Dalam simposium tersebut, delegasi Saudi memperlihatkan video aktivitas Ksrelief dalam memberikan bantuan kemanusiaan kepada rakyat Yaman.
Seperti diketahui operasi militer Arab Saudi beserta koalisinya di Yaman dalam memerangi pemberontak Syiah Huthi menjadi sebuah petualangan berbahaya yang tidak diketahui dampaknya. Pecundang dalam perang saudara itu adalah rakyat Yaman.
Richard Brennan, Direktur of Manajemen Gawat Darurat dan Kemanusiaan di WHO, mengatakan Ksrelief selalu berkoordinasi dengan Badan Kesehatan Dunia di PBB itu dalam menyalurkan bantuan obat-obatan dan peralatan kesehatan di Yaman.
Brennan juga memuji tujuan mulia dari Ksrelief dan pencapaiannya dalam waktu yang singkat.
Advertisement
Dari Rumah BUMN hingga Pameran, Cara UMKM Menembus Pasar Global

AI Makin Ancam Manusia, PBB Ingatkan Dunia Jangan Terlambat Mengendalikannya

Inilah Peta Baru Dunia Versi PBB: Eropa dan Amerika Jadi Lebih Kecil. Mengapa?

Tak Lagi ke Bantargebang, Sebagian Limbah Jakarta Belok ke Bank Sampah

Sampah Bisa Jadi Voucher Belanja hingga Pengganti Batubara


Masalah Keuangan Berkepanjangan Bisa Berkaitan dengan Penuaan Otak Lebih Cepat, Ini Penjelasannya

Pemeriksaan Kesehatan yang Penting untuk Perempuan Usia 20-an, 30-an, 40-an, dan 50-an


Tembus 21 Juta Views, 'Kasih Aba-Aba 2.0' Naykilla & Tenxi Jadi Tren TikTok Untuk Sambut Shopee 9.9


Tak Cukup Lihat Klaim di Kemasan, Orang Tua Perlu Lihat Bukti di Balik Susu Formula Anak

Dari Rumah BUMN hingga Pameran, Cara UMKM Menembus Pasar Global