Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan
Dream - Ekonomi Indonesia yang tetap tumbuh meski melambat di kuartal II-2015 tak menyurutkan aksi beli pelaku pasar. Alhasil, bursa saham syariah mencetak rebound pada penutupan sore ini.
Sentimen penguatan yang dialami bursa regional menambah kepercayaan diri investor lokal. Sebaliknya, investor asing kembali melakukan aksi jual sahamnya.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu, 5 Agustus 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menguat 1,660 poin (1,09%) ke level 154.546.
Aksi beli investor menjaga indeks ISSI terus melaju positif sepanjang perdagangan tengah pekan ini. ISSI mencetak level tertinggi di sesi penutupan dan sempat melemah ke posisi terendah 152,970.
Mengalirnya dana investor syariah bernilai Rp 2,9 triliun telah mengangkat 117 emiten ISSI ke zona hijau. Sebaliknya, 74 emiten tertekan aksi jual dan 48 lainnya bertahan stagnan.
Rebound juga dicetak indeks saham bluechips syariah. Menguat 10,032 poin (1,58%), Jakarta Islamic Index (JII) menutup sesi perdagangan di level 644,250.
Lebih dari separuh, atau 24 emiten unggulan syariah menutup perdagangan di zona hijau. Sisanya, 6 emiten JII jatuh ke zona negatif.
Ramainya aksi beli jelang penutupan mendorong JII mencetak level tertingginya sepanjang perdagangan hari ini. Meski seharian bergerak positif, indeks JII sempat turun melemah ke level terendah 634,487.
Saham tambang ITMG yang kemarin dilanda aksi jual kini berbalik menjadi top gainer usai menguat Rp 700 per saham. Penghuni top gainer lainnya adalah LPPF dan UNVR yang naik Rp 600, AALI Rp 350, dan SMGR Rp 250 per saham.
Emiten yang menjadi pemberat laju JII kali ini dihuni oleh SILO yang turun Rp 150, SINTP Rp 125, dan INCO Rp 70 per saham.
Masih adanya pertumbuhan ekonomi Indonesia juga mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat signifikan. IHSG ditutup menguat 69,445 poin (1,45%) ke level 4.850,532.
Aktivitas jual beli saham kali ini terbilang marak dengan dana berputar hingga Rp 5,16 triliun. Sebanyak 51,22 miliar saham menjadi sasaran transaksi investor.
Investor asing tercatat melakukan aksi jual hingga Rp 190 miliar.
Indeks sektor keuangan menjadi incaran usai menuat tertinggi 2,92 persen. Disusul industri aneka 1,82 persen, infrastruktur 1,17 persen, dan manufaktur 1,07 persen.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?