Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Garuda Menunjuk Juliandra Nurtjahjo Sebagai Direktur Utama Baru Citilink.
Dream – Maskapai penerbangan berbiaya murah, PT Citilink Indonesia, memiliki `pilot` baru. PT Garuda Indonesia Indonesia Tbk (Persero) menunjuk Direktur Utama Garuda Maintenance Facility (GMF) AeroAsia, Juliandra Nurtjahjo, sebagai direktur utama PT Citilink Indonesia.
Juliandra yang menggantikan Albert Burhan diharapkan bisa fokus meningkatkan pertumbuhan positif Citilink.
Komisaris Utama Citilink Indonesia, Arif Wibowo, mengatakan, jajaran direksi Citilink yang baru mendapat tugas khusus untuk memperluas pasar domestik Citilink di tengah kompetisi yang semakin ketat.
“ Posisi Citilink harus bisa dilihat sebagai bagian dari strategi keseluruhan Garuda Indonesia Group, dengan fokus menjaga keunggulan persaingan di LCC (low cost carrier) sehingga mempertahankan ketangguhan Garuda Indonesia,” kata Arif di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Sabtu 1 April 2017.
Saat ini trend industri penerbangan memperlihatkan pertumbuhan traffic penumpang yang meningkat, namun yield-nya menurun.
“ Ke depan, maskapai LCC tidak lagi bermain di penerbangan jarak pendek, namun akan memasuki penerbangan jarak menengah. Di sini Citilink sudah harus mempersiapkan strategi dalam menghadapi tantangan tersebut,” tambah direktur utama Garuda Indonesia itu.
Sekadar informasi, Juliandra Nurthjajo bukan wajah baru di lingkungan Garuda Indonesia Group dan industri perawatan pesawat. Pria berumur 48 tahun sejak 15 tahun yang lalu, sudah bekerja di bawah bendera Garuda Maintenance Facility (GMF) AeroAsia.
Salah satu pertimbangannya terpilihnya Juliandra adalah kemampuanya dalam mengelola dan mempertahankan standar safety serta dunia marketing selama memajukan GMF AeroAsia.
Sebelum menjadi Dirut GMF AeroAsia, Juliandra pernah menjadi Direktur Line Operation lebih kurang setahun. Pada awal karirnya, pria asal Jakarta itu juga sempat bekerja di Garuda Indonesia selama 8 tahun.
Selain Julianda, komisaris Garuda Indonesia juga mengangkat Arry Kalzaman Soedarmadji, menjadi plh direktur operasional Citilink. Lulusan Flightine Aeronautical College, Admore, Selandia Baru, sebelumnya menjabat sebagai Chief Pilot Citilink Indonesia menggantikan Hadinoto Soedigno. Sementara Andy menjabat sebagai Direksi Komersial setelah sempat berkarir di maskapai Air Asia Indonesia.
Berikut susunan baru direksi PT Citilink Indonesia:
Direktur Utama: Juliandra Nurthjajo
Direktur Operasional: Arry Kalzaman Sudarmadji
Direktur Komersial: Andy Adrian.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya