Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
Pemerintah Menerbitkan Sukuk Global Sebesar US$3 Triliun.
Dream - Pemerintah telah menerbitkan sukuk global senilai US$3 miliar, setara Rp39,96 triliun. Sukuk global itu disebut mengalami kelebihan penawaran.
“ Ada kelebihan penawaran US$10,84 miliar ( setara Rp144,43 triliun),” kata Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Robert Pakpahan, di Jakarta, Jumat, 31 Maret 2017.
Robert mengatakan penerbitan sukuk global berdenominasi dolar AS ini merupakan yang terbesar di luar kawasan Teluk. Penerbitan global sukuk ini merupakan terbesar yang dilakukan oleh negara di dunia.
Penerbitan ini adalah penerbitan kedelapan Sukuk Global berdenominasi Dolar Amerika Serikat oleh Pemerintah dan yang keenam kalinya diterbitkan dalam Islamic Global Medium Term Notes (Islamic GMTN) .
“ Sukuk Global 2017 merupakan sukuk global dengan nilai terbesar oleh pemerintah negara di luar kawasan Teluk,” kata dia.
Sekadar informasi, sukuk global pemerintah ini diterbitkan pada harga pari dengan imbal hasil sebesar 3,4 persen untuk tenor 5 tahun dan 4,15 persen untuk tenor 10 tahun. Instrumen keuangan syariah ini mendapatkan peringkat Baa3 dari Moody’s dan BBB dari Fitch .
Sukuk tersebut menggunakan akad wakalah. Aset penjaminan (underlying asset) sukuk global ini adalah Barang Milik Negara (BMN) berupa tanah dan bangunan serta proyek-proyek pemerintah.
Joint lead manager dan bookrunners yang ditunjuk pemerintah untuk transaksi ini adalah Deutsche Bank, HSBC, Mandiri Securities, National Bank of Abu Dhabi, dan Standard Chartered Bank. Sedangkan Co-managers untuk transaksi ini adalah PT Bahana Securities, PT Danareksa sekuritas, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk.
Sementara hari ini, pemerintah kembali membuka lelang sukuk untuk mencari dana syariah sebesar Rp6 triliun. Ada dua jenis sukuk yang dilelang, yaitu surat pembendaharaan negara syariah (SPNS) dan project by sukuk (PBS).
Kementerian Keuangan pun melelang lima sukuk, yaitu SPNS 05102017, PBS013, PBS015, PBS011, dan PBS012.
SPNS 05102017 menawarkan imbalan diskonto, PBS03 6,25 persen, PBS014 6,5 persen, PBS011 8,75 persen, dan PBS012 8,875 persen.
Masa jatuh tempo yang ditawarkan kelima instrumen keuangan syariah pun beragam. Yang paling singkat tanggal jatuh temponya adalah SPNS 05102017, sedangkan yang paling lama adalah PBS012 yaitu 15 November 2031.
Sukuk-sukuk yang dilelang ini menggunakan akad wakalah. Yang menjadi underlying asset-nya adalah barang milik negara (BMN) dan proyek/kegiatan dalam APBN 2017.
Lima sukuk ini akan dilelang pada 4 April 2017 dan penerbitan sertifikat sukuknya tanggal 6 April 2017.
Advertisement
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama


3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi

Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas